Pemasangan Papan Bicara Di Lahan Milik Ce’ce Dg Ratu

  • Whatsapp
Pemasangan Papan Bicara di Lahan Ce'ce dg Ratu
Pemasangan Papan Bicara di atas lahan milik Ce'ce dg Ratu atas putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap ( foto dok )

Pembelanews.com, Takalar – Sengketa lahan persawahan terjadi Dusun Je’ne dinging,  Desa Balangtanaya, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Beberapa tahun lalu sengketa  tanah persawahan milik Ce’ce dg Ratu, ahli waris dari orangtuanya Maso Bin Sukkara selaku Penggugat melawan Karaeng Bonra, selaku tergugat,  yang dimenangkan oleh Ce’ce dg Ratu melalaui Putusan Pengadilan Negeri Takalar hingga Putusan Mahkamah Agung RI.

Bacaan Lainnya

Meski Karaeng Bonra selaku Tergugat dinyatakan kalah, masih mengklaim tanah tersebut miliknya dan bahkan menjual sebagain serta menggadaikan sebagian kepada orang lain.

Melihat hal tersebut,  pihak Ce’ce dg Ratu terpaksa melakukan tindakan dengan membuat dan memasang Papan Bicara ( Pengumuman ) di atas tanah miliknya, 7/10 lalu. itu.

Menurut Ce’ce dg Ratu kepada media pers baru-baru ini, pemasangan papan bicara di ikuti  para keluarga ahli waris, pengacara, FKPM, LSM dan Wartawan. Papan bicarani tersebut dipasang agar pihak Tergugat dan pihak lainnya  mengetahui bahwa  lahan tersebut telah berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Takalar nomor; PN : 16/PDT G/ 1997/PN TR, kemudian Pengadilan Tinggi Sulsel dengan nomor, PT.275/PDT/1998/PT.UJ.PDG,  serta Putusan  Mahkama Agung Pusat nomor, MA,3942K/PDT/1999.

Ce’ce menambahkan, tanah  milik Ce’ce dg Ratu, seluas 1,07 Hektar tertera pada Rinci atas nama Maso Bin Sukkara, dengan persil 62.S2 Kohir 274 C1 Lompo Labba, dengan nomor  SPPT 1-0503-09-00211/00274.

Sekedar diketahui, sebelum pemasangan papan bicara ini, pihak pengacara Muhammad  Ali, SH, membuat surat yang ditembuskan ke Kapolres Takalar, Polsek Polut Takalar, Pengadilan Negeri Takalar, dan Pemerintah setempat serta Kepala Desa dan Dusun, agar papan bicara yang dipasang di area persawahan aman dan tidak diganggu oleh  pihak lawan dan atau pihak lainnya. Dan  apabila papan bicara ini dicabut atau dirusak oleh pihak lawan dan pihak lainnya akan ber-urusan dengan hukum.

PERNAH AJUKAN EKSEKUSI

Informasi lainnya yang diterima dari Ce’ce dg Ratu menyebutkan, atas kemenangannya dari pengadilan, dirinya pernah mengajukan tindakan eksekusi atas putusan tersebut melalui pengacara pertamanya  yakni Muhammad Sain, SH dan memberi uang sejumlah Rp6 juta sebanyak dua kali , namun sampai saat ini tidak ada tindakan eksekusi ari pihak pengadilan setempat.

Pembela News Pemasangan Papan Bicara Di Lahan Milik Ce’ce Dg Ratu
bersama keluarga, pengacara dan unsur LSM dan wartawan melakukan pemasangan papan bicara di atas lahan milik Ce’ce dg Ratu selaku pemilik berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI ( foto dok )

Menurut ce’ce mengutip pembicaraannya dengan pengacara pertamanya yakni  Muhammad Sain,SH,   selama ini tidak ada eksekusi. Menyikapi hal itu,  Ce’ce dg Ratu bersama keluarga, dan pengacara keduanya Muhammad Ali, SH  memasang papan bicara di lahan pesawahan miliknya.(Pblnews/Wahid dg Rani – Syamsuddin.L).

Pos terkait