Digitalisasi Informasi di Desa

  • Whatsapp
internet dan desa

Pembelanews.com – Digitalisasi Informasi di Indonesia dewasa ini tumbuh sangat pesat.  Hal ini di tandai dengan banyaknya pemakaian hasil teknologi informasi dalam berbagai bidang kehidupan. Semua di karenakan TI sendiri yang bersifat lebih mudah, efektif dan efisien dalam penggunaannya. Dengan adanya berbagai kelebihan tersebut, tidaklah aneh jika TI sendiri dewasa ini menjadi basis dalam segala pekerjaan.

Sejalan hal itu hadirnya UU No 6 tahun 2014 tentang Desa yang ditetapkan pemerintah memberikan dampak yang positif. Hadirnya UU tersebut salah satunya memberikan amanah bagi desa – desa di Nusantara agar mampu menerapkan TI dalam pembangunan di desa. Bagi sang pembuat UU, pembangunan desa dan kawasan perdesaan haruslah dapat berjalan selaras dengan perkembangan jaman. Hal ini dimaksudkan agar terjadi percepatan dan pemerataan pembangunan melalui inovasi dan kreasi di desa – desa.

Bacaan Lainnya

Desa – desa tidak akan menjadi desa yang tertinggal jika mampu memanfaatkan keberadaan TI. Apalagi di dalam UU Desa telah diamanahkan akan pengembangan Sistem Informasi Desa (SID). Dalam pasal 86 UU ini sangat jelas bahwa desa – desa berhak untuk dapat mengakses setiap informasi yang berkembang. Selaras dengan itu pemerintah melalui kementerian terkait megeluarkan PermendesaPDTT No 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020. Dimana salah satu pasalnya menyangkut penyediaan sarana dan prasarana dalam kegiatan pelayanan sosial dasar untuk pemenuhan kebutuhan informasi dan komunikasi (pasal 8 ayat 1 huruf a).

Banyak faktor yang menjadi penyebab dari belum maksimalnya piranti tersebut. Selain karena pemasangan alat yang kurang maksimal dan tidak lengkap, yang terpenting adalah para penggawa desa belum mampu mengoperasionalkan secara maksimal. Hal tersebut tidak dapat disalahkan mengingat keberadaannya saat ini masih di dominasi oleh generasi tua. Mereka biasanya kurang paham akan teknologi dan juga kurang mengerti sepenuhnya masalah Ti serta perkembangannya.

Sudah saatnya pemerintah desa mendorong para penggawa desa beserta warga masyarakat desa agar memaksimalkan DD dalam digitalisasi informasi dengan berbasis internet / jaringan. Apalagi saat ini digitalisasi sudah menyebar luas dan berkembang pada semua sendi kehidupan baik dalam bidang poltik, ekonomi, sosial budaya maupun kemasyarakatan. Sehingga pembangunan desa yang ada di harapkan lebih kekinian yakni pembangunan desa yang demokratis-partisipatif dengan berbasis teknologi informatika.

Banyak keuntungan dengan adanya TI bagi desa – desa di Nusantara. Dalam kependududkan, digitalisasi informasi memegang peran yang sangat vital terutama dalam hal database warga desa. Selanjutnya juga sebagai sarana informasi serta masukan dari warga yang dapat langsung di akses warga tanpa memerlukan waktu yang lama. Dengan data yang akurat dan up to date, pemerintah sangat terbantu dalam ketersedian data kependudukan.

Dalam hal perekonomian desa, peran digitalisasi akan sangat membantu terutama dalam meningkatkan ekonomi warga desa dengan dijadikan sarana memasarkan produk dari desa – desa melalui e-commerce yang mudah di akses melalui dunia maya. Selain itu produk – produk unggulan desa juga akan mudah dipasarkan keluar daerah. Hal ini berdampak meningkatnya income warga desa dengan mengolah potensi lokal yang ada, yang berujung meningkatnya kesejahteraan warga.

Dalam hal pelayanan publik, digitalisasi mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi karena pemerintahan desa dapat menyediakan layanan administrasi yang lebih cepat dan tepat. Tidak ada lagi cerita warga desa berlama – lama di kantor balai desa hanya menunggu selembar surat keterangan, namun semua sudah dapat di akses secara on line 24 jam sehari. Bahkan dalam pengembangannya mampu di akses dari manapun melalui android.

Terhadap perencanaan pembangunan serta penggunaan anggaran, pemerintah desa akan sangat terbantu. Aparat desa tidak perlu repot – repot kesana kemari sekedar mengantar laporan maupun pemberitahuan baik terhadap warga maupun pemerintah. Namun hal tersebut cukup dilakukan di kantor setempat serta dapat memberikan report terhadap pelaksanaan pembangunan dengan lebih akurat dan transparan, baik dalam hal penggunaan anggaran maupun laporan lainnya.

Selain itu masih banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan penerapan digitalisasi, misalnya dalam bidang wisata lokal, mitigasi daerah rawan bencana, perpustakaan desa on line, pemasaran produk unggulan kawasan perdesaan maupun manfaat – manfaat lainnya.

Era Digitalisasi Informasi Desa

Untuk mewujudkan Desa yang berbasis Ti tidaklah mudah. Kendala – kendala dan tantangan serta hambatan akan mewarnai dinamika menuju desa melek IT. Kendala dapat dipengaruhi berbagai elemen baik internal maupun eksternal.

Kendala faktor internal biasanya terjadi karena adanya kebiasaan dan latar belakang dari para abdi masyarakat yang masih tradisionalistik. Mereka harus mau dan mampu berubah serta berbenah untuk mewujudkannya. Kebiasaan perangkat desa yang biasa kerja dengan pola lama harus segera terjadi pembenahan. Hal tersebut tidaklah mudah mengingat sebuah perubahan memerlukan proses. Dan secara sosiologi pedesaan, perubahan yang ada di masyarakat desa bersifat gradual (bertahap) bukan secara cepat (Revolusi). Belum lagi faktor pembentuk masyarakat sendiri yang terbentuk dari unsur paguyuban (gemenschappenyang lebih menonjolkan rasa sosial yang tingi. Lain halnya dengan patembayan / individu (gesellschappen).

Banyak hal yang dapat dilakukan terhadap para penggawa warga desa sehingga mereka tidak buta akan TI yang terus berkembang, diantaranya yang pertama diadakannya pelatihan dan pendanpingan secara stimultan terhadap para abdi masyarakat desa tersebut perihal pentingnya pemanfaatan TI. Hal ini dapat dilakukan dengan menggandeng pihak – pihak yang berkompeten, semisal para akademisi dari Perguruan Tinggi (PT) / SekolahTinggi bidang informatika.

Yang kedua dengan optimalisasi peran pemerintah daerah terkait dalam hal pengadaan sarana dan prasarana yang mumpuni baik hardware maupun software nya sehingga akan mampu bekerja secara optimal dan bukan sekedar piranti yang “asal – asalan”. Tidak ada gunanya penggawa desa yang jago dalam komputer tanpa adanya sarana yang memadai. Selaras dengan itu pemerintah daerah sebagai regulator terhadap desa-desa di harapkan mampu membuat terobosan dan kebijakan yang berbasis TI.

Yang ketiga dengan optimalisasi peran swasta / perusahaan, hal ini dapat dibangun dalam bentuk program pendanaan, baik dalam pelatihan maupun pengadaan piranti TI. Tidak menutup kemungkinan banyak perusahaan yang berdiri di daerah pedesaan, oleh karenanya melalui program CSR yang ada mereka dapat di libatkan. Peran pemda dalam menjembatani antara desa dan perusahaan sangatlah penting.

Selain itu adanya sinergitas dari berbagai pihak dan kemauan yang kuat dari para penggawa desa untuk berbenah dan menyongsong era teknologi,mengingat betapa dahsyat manfaat IT yang saat ini berkembang khususnya . Sudah saatnya digitalisasi informasi diterapkan mengingat pentingnya hal tersebut selain menjalankan apa yang telah di amanahkan dalam UU Desa sebagai pijakan legalitasnya.

Sumber: konfirmasitimes

Pos terkait