Tanah Timbunan Pembangunan Pasar Tempe Sengkang, Diduga Berasal Dari Pertambangan Ilegal

  • Whatsapp
sumitro
Ketua BPKP Wajo, Andi Sumitro (foto dok)

Pembelanews.com, Sengkang – Proyek multiyear Pembangunan Pasar Tempe yang terletak di wilayah Kota Sengkang Kabupaten Wajo, yang belum lama ini mulai dikerja kembali karena sempat tertunda pembangunan pekerjaannya, lantaran PT Delima Agung Utama sebagai salah satu perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, pernah dikabarkan dianulir dan bahkan diputus kontraknya.

Kini kembali menjadi sorotan akibat diduga menggunakan tanah timbunan ilegal. Sorotan itu disikapi Ketua Lembaga Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo, Andi Sumitro yang menduga bahan material pembangunan pasar tempe tersebut menggunakan tanah timbunan yang berasal dari tambang ilegal yang tidak mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP).

 Menurutnya Andi Sumitro, bahwa perusahaan konstruksi yang menerima berbagai jenis material dari penambangan ilegal untuk pembangunan proyek, bisa dipidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
 Dijelaskan, pembangunan Pasar Tempe, yang pekerjaannya sempat tersendat pada tahun 2020 lalu hingga memasuki bulan keempat 2021 ini, sudah kembali dikerjakan dan sempat menyisahkan perbincangan dari pihak–pihak terkait, yang berkaitan dengan apakah pekerjaan proyek tersebut dapat berlanjut atau tidak bisa berlanjut. Seperti diketahui sebelumnya, beragam persoalan yang menghadang proyek yang dikerjakan PT Delima Agung Utama (PT DAU) tersebut. Proyek yang pagu anggaranya yang bersumber dari DAK 2020 sebesar Rp56 miliar, terpaksa terhenti beberapa bulan ini.

 Dilansir sebelumnya, pihak penyedia jasa yakni PT DAU masih diharuskan mengacu pada ketentuan kontrak antara lain rapat persiapan pelaksanaan kontruksi/PCM, penyerahan lapangan, persetujuan mobilisasi personil dan peralatan serta pemeriksaan bersama/MCO.(pblnews/Tim)

Pos terkait