Editor: Nurzaman Razaq
SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Masalah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus yang dibagikan kepada siswa di bulan suci Ramadhan ini, menyisahkkan tanda tanya orangtua siswa di beberapa jenjang pendidikan di Sinjai.
Pasalnya,menu yang di rapel tiga hari kedepan itu, berupa menu snack kemasan karena dinilai kurag efektif memenuhi kebutuhan gizi harian anak didik. Menu masih monoton menimbukan kebosanan dan kurang variasi nutrisi.
Menu snack program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 2026 publik menilai, karena dianggap tidak begizi, porsi kecil dan tidak layak konsumsi. Menu kering seperti roti, kacang, telur dan buah sering dinilai tidak sebanding dengan anggaran Rp8.000 – Rp10.000.
Terkait soal anggaran bahan makanan, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, makanan/snack harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan nutrisi bagi anak didik.
Harga per porsi itu berlaku mulai tingkat SD hingga SMA. Padalah angka tersebut seharusnya tidak disamaratakan di semua tingkat pendidikan, karena kebutuhan gizi anak-anak berbeda-beda tergantung usia
Kebutuhan energi siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas tidaklah sama sehingga perencanaan menu harus mempertimbangkan perbedaan tersebut
Mengutip detikEdu, pakar teknologi pangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Ir Sri Raharjo seharusnya SPPG memastikan bahwa paket MBG memenuhi standar kebutuhan energi anak. Siswa SD rata-rata membutuhkan 450 kalori, siswa SMP sekitar 550 kalori, dan siswa SMA sekitar 650-700 kalori.
Terkait hal itu, BGN patut melakukan evaluasi menyeluruh.(*).






