Catatan Tertinggal Di Balik Pembangunan Dan Operasionalisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi Kab.Sinjai

foto dokumentasi sebelumnya (dok)

Editor : Nurzaman Razaq

SINJAI,PEMBELANEWS.COM –  Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sinjai yang berlokasi di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, merupakan proyek strategis berskala nasional

Total anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi Sinjai ini menelan biaya sebesar Rp245 miliar yang  bersumber sepenuhnya dari APBN melalui kontrak pengerjaan PT Nindya Karya KSO bersama PT Bumi Perkasa Sidenreng.

Biaya tersebut mencakup seluruh infrastruktur di atas lahan seluas 7,5 hektare, termasuk gedung sekolah permanen, fasilitas asrama, serta sarana pendukung lainnya.

SementaraSistem pendidikan di Sekolah Rakyat ini mewajibkan seluruh siswanya untuk tinggal di dalam asrama (sistem boarding school) dengan kapasitas penuh yang direncanakan mencapai 1.080 siswa.

Rincian daya tampungnya meliputi,  jenjang SD: 18 ruang kelas dengan proyeksi kapasitas hingga 450–540 siswa. Jenjang SMP: 9 ruang kelas dengan kapasitas 315 siswa. Serta jenjang SMA: 9 ruang kelas dengan kapasitas 315 siswa

Fasilitas Asrama

Sementara itu,  fasilitas asrama disediakan dan ditanggung sepenuhnya oleh program pemerintah secara gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Fasilitas tersebut meliputi, Gedung Asrama Terpisah: Kompleks asrama permanen yang memisahkan blok putra dan blok putri.

Perlengkapan Kamar & Pribadi: Setiap siswa yang masuk langsung dibekali dengan kelengkapan penunjang kehidupan berasrama, mulai dari kasur/perlengkapan tidur hingga kebutuhan sanitasi dan kebersihan diri.

Fasilitas Umum Terintegrasi: Kompleks asrama didukung oleh ketersediaan ruang belajar, tempat ibadah (masjid/mushola), gedung kantin, serta fasilitas sanitasi air bersih. Saat ini, pemkab bersama pihak kontraktor terus mengebut tahap pembersihan akhir (finishing) agar seluruh blok asrama dapat beroperasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)


Terus dikebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memastikan kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sinjai terus dikebut. Hasil peninjauan langsung menunjukkan, pembangunan dan penyiapan fasilitas sekolah kini telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Hal itu disampaikan Andi Jefrianto saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sinjai, Jumat (4/9/2026) lalu. Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Sinjai untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai target.

Selain meninjau perkembangan fasilitas, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan yang masih harus diselesaikan agar seluruh fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Mencuat Sorotan.

Di balik prosesi penyelesaian akhir pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Sinjai itu, sempat mencuat sorotan publik yang berpusat pada kesehatan puluhan siswa

Tercatat belasan siswa harus mendapatkan perawatan medis di PKM Balangnipa akibat kondisi kesehatan yang menurun.  Pihak pengelola sekolah melalui Kepala Sekolah Rakyat Sinjai menegaskan bahwa para siswa yang dirawat tidak mengalami keracunan seperti isu yang sempat beredar.

Terkait isu adanya pemeriksaan dari aparat penegak hukum adanya laporan atau temuan indikasi korupsi di balik pembangunannya, sejauh ini belum diterima informasi terkait hal tersebut.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai yang melakukan peninjauan langsung secara berkala menyatakan bahwa progres pengerjaan berjalan memenuhi syarat dan ketentuan teknis yang berlaku.

Meskipun demikian, pembangunan proyek berskala besar ini sebelumnya sempat menghadapi beberapa sorotan publik terkait dampak lingkungan dan operasional,

Secara keseluruhan, tantangan yang muncul di lapangan lebih mengarah pada manajemen dampak konstruksi (AMDAL/kebersihan lingkungan) dan integrasi fasilitas dasar, bukan pada penyimpangan struktur atau pelanggaran regulasi bestek bangunan utama.(cea)