Catatan,Setahun Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi Sebagai Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulsel

Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi (foto ist)

Editor : Nurzaman Razaq

MAKASSAR,PEMBELANEWS.COM – Andi Sudirman SulaimanFatmawati Rusdi , sudah setahun menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, yang menunjukkan capaian positif di sejumlah bidang strategis.

Meski banyak kritik dari berbagai penjuru,  sejumlah pengamat pemerintahan dan pakar kebijakan publik pun memberi penilaian objektif terdapat indikator kinerja kepada Kedua pemimpin daerah yang resmi dilantik pada 20 Februari 2025 lalu itu.

Dalam pencapaian di sektor ekonomi dalam setahun, tercatat pertumbuhan ekonimi pada Triwulan III tahun 2025 mencapai 5,43 persen, yang ditopang sektor pertanian dan jasa.

Sementara, angka kemiskinan 2025 turun menjadi 7,60 persen, terendah dalam enam tahun terakhir. Penurunan tersebut, tidak terlepas dari intervensi pemerintah daerah melalui bantuan sosial arga miskin serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berkontribusi menekan inflasi hingga 3,03 persen.

Di sektor kesehatan dan pelayanan publik, sejumlah program menunjukkan dampak nyata. Program Aksi Stop Stunting tercatat telah melayani 16.128 balita dan ibu hamil. Selain itu, pengadaan ambulans MICU serta operasional 27 unit Bus Trans Sulsel gratis di kawasan Mamminasata dinilai memperluas akses layanan dasar masyarakat.

“Bahkan konektivitas wilayah kepulauan juga diperkuat melalui layanan seaplane dan subsidi beberapa rute penerbangan antar daerah.

Dari sisi pembangunan fisik, pemerintah provinsi memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program Multiyears Project (MYP), seperti peningkatan 1.000 kilometer jalan provinsi serta peningkatan irigasi seluas 54.000 hektare.

Selain itu, pembangunan dua rumah sakit regional di wilayah Luwu Raya dan Gowa serta normalisasi sungai untuk mitigasi banjir menjadi bagian dari agenda strategis satu tahun terakhir.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, melalui reformasi birokrasi dilakukan melalui pendekatan teknokratis yang mulai membuahkan predikat SAKIP ‘Sangat Baik’ dari Kementerian PANRB. Efisiensi anggaran dan perencanaan jangka panjang berbasis ekonomi biru dan hijau juga dinilai sebagai fondasi penting.

Integrasi perencanaan tata ruang dan wilayah menunjukkan adanya arah pembangunan yang tidak hanya jangka pendek, tetapi juga berorientasi keberlanjutan.

Selain kebijakan struktural, insentif langsung seperti diskon pajak kendaraan bermotor, bantuan sosial, serta berbagai layanan gratis menjadi kebijakan yang cepat dirasakan masyarakat.

Catatan Untuk Tahun Kedua

Program setahun telah dilaksanakan dan dinilai sebagai langkah adanya kombinasi kebijakan populis yang menyentuh langsung masyarakat dan pendekatan teknokratis dalam tata kelola pemerintahan.

Lantas program prioritas apa saja yang akan dilakukan pada tahun kedua (2026) kepemimpinannya.

Dari catatan janji politik saat berkampanye yang disesuaian dengan Visi dan Misinya, yang patut menjadi fokus prioritas adalah penguatan transportasi publik, pembangunan infrastruktur kesehatan, perluasan jaringan irigasi, hingga penyediaan ruang terbuka publik.

Sebagai agenda utamanya, adalah ekspansi layanan Trans Sulsel. Dimana Pemprov Sulsel patut menargetkan adanya perluasan rute dengan mengedepankan sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota, khususnya di kawasan Mamminasata, agar layanan transportasi publik semakin efektif dan terintegrasi.

Selain sektor transportasi, patut dipersiapkan pembangunan dua rumah sakit baru dengan dilakukannya peletakan batu pertama. Dimana kedua rumah sakit itu, diharapkan memperkuat layanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah Luwu

Pada sektor pertanian, Pemprov Sulsel upaya merencanakan perluasan jaringan irigasi dengan tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar, dapat juga menjadi skala prioritas, untuk mendukung produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan daerah.(dari sumber lain)