Kinerja Dinas PUPR Sinjai, Di Tengah Rencana Penataan Dan Mendukung Pembangunan Daerah

Kepala Dinas PUPR Sinjai,H. Haris Achmad (foto dok)

Editor : Nurzaman Razaq.

SINJAI,PEMBELANEWSCOM – Dinas Pekerjaa Umu dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, diketahui punya tanggungjawab untuk merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan memelihara infrastruktur serta fasilitas publik di Kabupaten Sinjai, termasuk jalan, jembatan, drainase dan sumber daya air.

Selain itu, Dinas yang dinahkodai H.Haris Achmad ini punya tugas yang meliputi penyusunan kebijakan tehnis, pengelolaan jasa konstruksi, serta penyediaan data dan informasi di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang untuk mendukung pembangunan daerah.

Kaitannya dalam penataan ruang untuk mendukung pembangunan daerah, sepanjang tahun 2025 ini, sejumlah program telah digulirkan. Meski sebelumnya, kebijakan efisiensi anggaran berdampak langsung pada sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Seluruh bidang infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) dipangkas habis.  Anggaran untuk infrastruktur melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan Dana Alokasi Umum (DAU) mandatory di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, yang mencapai Rp55 miliar, dipangkas hingga tidak tersisa. Padahal anggaran Rp55 miliar itu, sebelumnya direncanakan untuk pemeliharaan jalan, pembangunan jalan, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya.

Sebagai langkah menjadi bagian dari sejumlah program unggulan  pemerintah daerah, yang terus digaungkan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, H.Haris Achmad bersama jajarannya senantiasa fokus pada  rencana pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Sinjai, di antaranya pembangunan Pasar Sentral Sinjai serta pembangunan Sekolah Rakyat, di Lingkungan Tanassang, Kecamata Sinjai Utara, serta SMP Negeri 19 Sinjai di Kecamatan Tellulimpoe yang dijadikan sebagai sekolah rintisan.

Terkait program ketahanan pangan, Dinas PUPR Sinja menjadikan sebagai peluang besar dalam mengusulkan sejumlah perbaikan irigasi. Terlebih besarnya dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupatten Sinjai, melalui pembangunan bendungan serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi,

Besarnya dukungan itu, terlihat lewat rapat persiapan peluncuran aplikasi baru yang disebut SIPURI atau Sistem Informasi Usulan Irigasi yang digelar Kementerian PU (28/4/2025) lalu.

Kaitannya dengan program ketahanan pangan itu, Haris juga  memanfaatkan hal tersebut dengan mengusulkan setidaknya 52 titik daerah irigasi untuk mendorong optimalisasi irigasi dan sarana pertanian, serta sebagai bentuk penguatan swasembada pangan. 

Kepala Dinas PUPR Sinjai pun, tak tanggung-tanggung mengusulkan puluhan perbaikan irigasi untuk lima tahun kedepan termasuk yang sebelumnya diinput dalam aplikasi KRISNA. Usulan perbaikan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah.

 “Jadi sesuai permintaan, kita punya sekitar 52 titik daerah irigasi, seluruhnya akan kita usulkan kalau sudah launching, termasuk yang ada di Aplikasi Krisna,” tambah Kadis PUPR pada beberapa kesempatan lalu.

Begitu pula dengan program upaya kelancaran saluran air dan kenyamanan lingkungan kota, Haris Achmad pernah mengungkapkan,  sudah beberapa titik strategis yang disentuh, dan pembersihan dan akan terus dilanjutkan secara bertahap di seluruh area perkotaan,

Upaya ini, katanya, tidak hanya memperkuat infrastruktur lingkungan perkotaan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Drainase yang bersih dan lancar dapat mengurangi potensi genangan, terutama saat musim hujan.

Langkah proaktif dari Dinas PUPR ini, tentu  diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memperkuat citra Sinjai sebagai kota yang tertib dan bersih yang sekaligus implementasi dari program “Sinjai Bersih”.

https://f98ddf5bad2d7fe6ee2697cb8c7330e8.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-45/html/container.html Program seperti ini,ungkap Haris Achmad, bukan hanya slogan, tetapi wujud komitmen nyata yang dilaksanakan langsung hingga ke lapangan.

Rp3 Miliar Untuk Pemeliharaan Jalan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sinjai melakukan pengerjaan jalan rusak dan berlubang di wilayah perkotaan, Senin (01/09/2025).

Dengan metode pengerasan menggunakan Aspal Coldmix atau Aspal Dingin, pengerjaan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Sinjai Utara, dan di beberapa titik, ditargetkan akan tuntas dalam waktu satu bulan,

“Tahun 2025 ini biaya pemeliharaan untuk jalan di Kabupaten Sinjai sekira Rp3 Miliar. Kita maksimalkan dulu di dalam kota,” ungkapnya seraya menambahkan, setelahnya baru ke Kecamatan lain. jika cuaca mendukung.

“Semua jalanan yang masih memungkinkan untuk ditambal, kita tambal, namun yang perlu di overlay kita anggarkan tahun selanjutnya,”jelasnya menambahkan.

Selain metode Coldmix, PUPR juga akan menggunakan metode Paving untuk ruas jalan yang kerusakannya dinilai curam dan luas seperti di Jalan masuk PPI Lappa dan di Jl. Agus Salim.

Selain penambalan, PUPR Sinjai,  juga sementara melakukan laburan aspal di sejumlah Kecamatan, seperti Kecamatan Bulupoddo, Sinjai Borong, Sinjai Selatan, dan Sinjai Tengah.

Pengerjaan jalan seperti ini adalah bentuk upaya Pemerintah Kabupaten untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, disamping memperlancar mobilitas barang dan orang.(cea).