SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Penguatan Identitas UMKM Desa Saotengnga melalui Pendampingan Label Produk Berbasis AI” kepada pelaku UMKM di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Senin (3/8).
Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM yang belum memiliki label produk maupun yang memerlukan pembaruan desain label sebagai identitas usaha.
Penanggung jawab kegiatan, Tri Apriliani, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya produk UMKM di Desa Saotengnga yang dipasarkan tanpa identitas produk yang memadai. Padahal, label merupakan salah satu elemen penting yang berfungsi sebagai identitas produk sekaligus media informasi dan promosi kepada konsumen.
“Label produk bukan hanya berfungsi sebagai penanda merek, tetapi juga menjadi identitas yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk di pasaran. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu pelaku UMKM memiliki label yang lebih menarik sekaligus memperkenalkan cara pembuatannya dengan memanfaatkan teknologi AI,” ujar Tri.
Pelaksanaan program diawali dengan pendataan langsung ke rumah-rumah produksi UMKM di Desa Saotengnga untuk mengidentifikasi produk yang belum memiliki label atau memerlukan perbaikan desain.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya label produk, unsur-unsur yang harus dicantumkan pada label, serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat yang dapat mempermudah proses pembuatan desain label secara mandiri.
Selain mendampingi proses pembuatan label, seluruh hasil desain juga didokumentasikan dan diunggah ke website UMKM Desa Saotengnga sebagai bagian dari upaya promosi digital sekaligus pendataan produk lokal yang dimiliki desa.
Tri berharap pendampingan ini dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya identitas produk serta mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.
“Harapannya, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh label produk yang lebih profesional, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk membuat dan mengembangkan desain label secara mandiri ketika menghadirkan produk baru. Dengan demikian, identitas produk lokal Desa Saotengnga dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pemanfaatan teknologi AI dapat menjadi solusi sederhana yang mudah diakses oleh pelaku UMKM dalam memperkuat identitas produk, sekaligus mendukung pengembangan pemasaran digital dan peningkatan daya saing UMKM Desa Saotengnga.(rls)


