Daerah  

Pemkab Wajo Anggarkan Rp1,2 Miliar Untuk Rehab Wecudai. LIRA Apresiasi Tapi Awasi Pelaksanaannya

WAJO,PEMBELANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Bagian Umum melelang proyek Rehab Wecudai dengan nilai pagu anggaran Rp1.231.251.450,00. Proyek tersebut bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan data yang tertera di http://LPSE.inaproc.id dengan kode tender 10145670000, proses tender untuk paket pekerjaan konstruksi ini telah diumumkan sejak 17 Juni 2026. Lokasi pekerjaan berada di Sengkang, Kabupaten Wajo.

Metode pengadaan yang digunakan adalah Tender – Pascakualifikasi Satu File – Harga Terendah Sistem Gugur. Jenis kontrak yang diterapkan adalah Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan. Nilai HPS paket ditetapkan sebesar Rp1.231.251.240,00.

Hingga pemantauan terakhir pada 3 Agustus 2026 pukul 16.19 WITA, tercatat sebanyak 20 peserta telah mendaftar mengikuti tender tersebut. Untuk kualifikasi, perusahaan yang ikut wajib berbadan usaha kecil dengan bidang usaha sesuai dokumen pemilihan.

Dari 20 peserta tersebut, 2 perusahaan sudah memasukkan harga penawaran. CV. Binamitra Sarana Mandiri menawarkan Rp1.213.719.384,35 dan CV. Mario menawarkan Rp1.220.060.523,20. Sementara 18 peserta lainnya belum terlihat memasukkan harga terkoreksi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wajo, Abrar Mattalioe, memberikan apresiasi atas upaya Pemkab Wajo dalam merealisasikan pembangunan melalui APBD. “Kami apresiasi langkah Pemkab yang mulai melelang proyek untuk kepentingan masyarakat. Rehab Wecudai ini semoga benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Sengkang,” ujar Abrar.

Namun demikian, LIRA Wajo mengingatkan agar proses lelang dan pelaksanaan di lapangan dikawal ketat. “Apresiasi boleh, tapi pengawasan harus jalan. Nilainya 1,2 Miliar, ini uang rakyat. Kami minta PPK, Konsultan dan Inspektorat benar-benar mengawasi kualitas pekerjaan. Jangan sampai baru setahun sudah rusak. RAB, volume, dan mutu harus sesuai,” tegasnya.

Abrar juga meminta agar keterbukaan informasi publik dijalankan. “Buka saja papan proyek, cantumkan detail pekerjaannya. Biar masyarakat bisa ikut mengawasi. Jangan sampai tendernya ramai 20 peserta, tapi hasilnya tidak maksimal,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pemenang tender dan jadwal pelaksanaan fisik di lapangan.(Tim)