News  

Penanganan Dan Pencegahan Stunting Di Desa Saotengnga, Dikolaborasikan Bersama

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Desa Saotengnga, dipanndang perlu ditangani secara berkolaborasi antar semua elemen yang ada di desa. Salah satunya dengan melalui rembuk stunting untuk mendapatkan solusi terbaidafri hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Desa Saotemgnga, Andi Mappima Noma,S.Pd dalam sambutannya pada acara Rembuk Stunting yang digelar, Rabu (03/0y7/2024) di aula Kantor Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, kabupaten Sinjai.

Menurutnya, meski warga yang terdampak stunting bersisa satu orang di Dusun Manimpahoi, bukan berarti kita harus berpuas iri. Tetapi bagaimana pencegahannya yang perlu dilakukan agar tidak bertambah. Dan kalau perlu warga yang terdampak stunting benar-benar tidak ada lagi.

Sementara itu, Andi Syahrul juga turut meyinggung soal upaya penurunan stunting yang memerlukan keterpaduan baik dari segi tata-kelola maupun penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada lokasi dan kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, Ibu hamil, Ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan.

“Untuk mencapai keterpaduan/konvergensi tersebut diperlukan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dalam pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian lintas sektor dan antar pemerintahan pada seluruh tingkatan, para pemangku kepentingan dan masyarakat di Desa Saotengnga,” tegasnya.

Pada sesi Rembuk Stunting, dihadirkan nara sumber dari pihak PKM Manimpahoi, masing-masing, Sri Hastuti, Ulfah Ramadhani, Hardiyanti dan Andi Emy.

Keempat nara sumber tersebut lebih menekankan pentingnta kerjasama dan kolaborasi dalam penangandan pencegahan stunting di Desa Saotengnga.

Penekanan lainnya, dampak stunting  tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.). Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek, mulai dari aspek lingkungan, sanitasi air bersih, kurang asupan gizi, pendidikan hingga ekonomi. Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak itu sendiri.

Dari Rembuk stunting tersebut, menghasilkan sejumlah tanggapan dan saran dari para peserta yang berkisar 60 orang itu, diantaranya, peran strategis posyandu desa terus dioptimalkan. Berbagai langkah konkret dilakukan untuk memastikan kesehatan ibu dan anak, serta mencegah terjadinya stunting. 

Perlunya sinergisitas antara pihak PKM,pemerintah desa, dan lembaga-lembaga desa dan kepala dusun untuk bersama-sama turun memberi edukasi dan imbauan kepada masyarakat terkait stunting ini.

Hadir pada kesempatan itu,  Kepala Desa Saotengnga, Camat Sinjai Tengah, Kepala PKM  Manimpahoi,Ketua dan Anggota BPD Saotengnga Ketua Tim PKK Desa Saotengnga, Pendamping P3MD dan Pendamping Desa Lokal, Kepala Dusun,Kwetua RT/RW  se Desa Saotengnga, ketua-2 lembaga desa,para kader kesehatan, posyandu/posbindu serta tokoh pemuda dan masyarakat se Desa Saotengnga..(pblnews/Man)