SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, Pemerintah Desa Saoengnga menyelenggarakan Pelatihan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Skala Lokal Desa, Selasa pagi (19/05/2026).
Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat Desa Saotengnga itu, diselenggarakan di aula Kantor Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah,Kabupaten Sinjai dengan menghadirkan nara sumber Akrim Hamra, Kabid II Bidang Kedarurataan Badan Penanggulangann Bencana Daerah (BPBD) Sinjai.

Kegiatan yang diikuti antusias dan penuh semangat para peserta pelatihan yang berjumlah sekira 50 orang itu, dibekali materi terkait potensi bencana di wilayah desa, langkah-langkah mitigasi, serta peran masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Materi yang disuguhkan dan diiselingi sesi diskusi dan simulasi penanganan bencana, turut dihadiri dan memberi pengarahan Plt Kepala BPBD Sinjai Andi Ariany Djalil,lebih menekankan pentingnya menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan penanggulangan bencana. Peserta diinstruksikan untuk mampu memetakan risiko, menyusun rencana evakuasi, dan membentuk sistem peringatan dini guna mewujudkan kemandirian desa dalam menghadapi keadaan darurat.

Selain itu, Andi Ariany Djalil yang juga Asisten III Pemkab Sinja itu mengharapkan, agar perlu ada korelasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa yang sangat penting untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi cepat, penyaluran logistik tepat sasaran, serta evakuasi warga berjalan lancar. Hal ini meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda melalui manajemen penanggulangan bencana yang terpadu.
Sebelumnya pada kesempatan itu,Kepala Desa Saotengnga Andi Mappima noma,S.Pd yag membuka kegiatan terebut antara lain mengharapkan, hendaknya masyarakat penting meminimalisir risiko kebencanaan yang setiap saat tanpa terduga dapat mengancam kerawanan desa dari longsor,banjir,angin kencang, dan pohon tumbang.
“Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terhadapbencana alam yang tana terduga. Sehngga bagi para petani agar menunda ke swahnya jika hujan lebat dan angin kencang. Begitu juga ternak-ternak peliharaan jangan ditambak di pinggir sungai saat hujan lebat, termasuk bagi pengendara kendaraan hindari berkendara saat hujan dan angin kencang dan waspada terhadap pohon tumbang,”tegas Andi Mappima Noma.
Turut hadir pada kegiatan yang dipandu Trilisilawati itu, Ketua BPD Saotengnga,Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Tengah, kepala dusun se Desa Saotengnga, unsur PKK Desa Saoengnga,Karangtaruna, KIM, dan Pengurus Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Saoetengnga.(cea).




