Editor: Nurzaman Razaq
MAKASSAR,PEMBELANEWS.COM –Akbp Harry Azhar,SH.,S.Ik.,MH, semasa bertugas sebagai Kapolres Sinjai, sebagai sosok perwira Polri yang dikenal kerap melampaui tugas pokoknya dengan mendedikasikan waktu dan tenaga untuk turun langsung ke tengah masyarakat dalam membangun kepercayaan publik.
Rekam jejak pengabdiannya, khususnya dalam membangun keamanan berbasis kepercayaan public saat menjabat sebagai Kapolres Sinjai, menempatkannya sebagai figur perwira menengah yang kerap menjadi sorotan, baik di internal institusi maupun di tengah masyarakat.
Kepemimpinan AKBP Harry Azhar di Kabupaten Sinjai berlangsung dalam fase yang tidak sederhana. Dinamika politik lokal, tantangan kamtibmas, hingga tuntutan pelayanan publik yang presisi menjadi ujian nyata. Namun justru pada periode itulah, sejumlah capaian strategis berhasil ditorehkan.
Pendekatan dialogis menjadi kunci. Harry Azhar aktif turun langsung berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda dan mahasiswa. Hasilnya, Pilkada Sinjai Serentak 2024 lalu, bebas dari konflik berarti, dan juga meninggalkan rasa aman hingga pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada 2025.
Di luar aspek pengamanan, transformasi internal Polres Sinjai menjadi catatan penting lain. Pada 2025, Polres Sinjai berhasil meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK), satu-satunya di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan. Predikat tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Kep/1990/XII/2025.
Di bidang tata kelola keuangan negara, Polres Sinjai juga mencatat prestasi dengan meraih empat penghargaan sekaligus dari KPPN Sinjai, meliputi Juara I Satker Pagu Besar, Juara I IKPA Semester I 2025, Juara II Transaksi Digipay, dan Juara III Transaksi CMS.
Capaian ini mencerminkan tata kelola anggaran yang akuntabel dan disiplin, sebuah aspek yang kerap luput dari sorotan publik, namun krusial dalam reformasi birokrasi.
“Penghargaan bukan tujuan akhir. Keamanan dan rasa percaya masyarakat itulah ukuran sesungguhnya,” ujar AKBP Harry Azhar dalam salah satu kesempatan.
Pendekatan kepemimpinan tersebut tercermin pula dalam relasi Polres Sinjai dengan masyarakat. Sejumlah penghargaan datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD Sinjai, lembaga pemasyarakatan, organisasi pers, hingga kalangan mahasiswa. Puluhan personel Polres Sinjai juga menerima penghargaan atas dedikasi dan kinerja, sebagai bagian dari pembinaan internal yang berkelanjutan.
Sebagai Kanit Resmob Bareksrim Polri.
Sosok yang berjiwa sosial dan humanis ini, pasca digantikan oleh Akbp Jamal Fatrhur Rahman,S.Ik.,MH, Rabu (21/01/2026), kini bertugas dan memiiki tanggungjawab di Mabes Polri sebagai Kanit 1 Resmob Bareskrim Polri (Kepala Unit 1 Reserse Mobile di bawah Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia),
Merupakan sebuah jabatan perwira Polri yang memimpin unit operasional khusus dalam menanggulangi tindak pidana umum yang menonjol, mobilitas tinggi, bertanggung jawab atas pelaksanaan operasional lapangan dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana konvensional yang meresahkan masyarakat.
Dalam dua bulan menjabat sebagai Kanit 1 Resmob Bareksrim Polri, sejumlah operasi penindakan kriminal terkini yang dipimpin langsung turun lapangan, diantaranya pengungkapan Uang Palsu (Maret 2026). Dia memimpin penggerebekan sindikat pembuat dan pengedar uang palsu di wilayah Purwakarta dan sekitarnya menjelang Lebaran, dengan mengamankan empat tersangka
Serta penangkapan Sindikat Senpi Ilegal (April 2026), gembong pembuat dan penjual senjata api ilegal berinisial TS alias “Ki Bedil” di wilayah Jawa Barat, yang telah beroperasi selama 20 tahun.
Dengan jabatan yang diembannya,Harry Azharimemilik tanggungjawabmemimpin dan mengendalikan penyelidikan serta penyidikan tindak pidana umum yang menjadi atensi, seperti perampokan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat, dan pembunuhan.
Dalam operasional khusus , bertanggungjawab melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan yang terorganisir atau pelaku kejahatan konvensional yang memiliki mobilitas tinggi antar wilayah.
Selain itu, bertanggungjawab melakukan analisis dan evaluasi (Anev) terhadap kasus-kasus yang ditangani untuk menentukan strategi penangkapan atau penyidikan lebih lanjut.
Diketahui, Unit Resmob sering kali fokus pada kejahatan “jalanan” yang terorganisir dan berintensitas tinggi, sering kali turut mendukung Direktorat lain dalam penangkapan tersangka yang sulit atau berbahaya. Semoga sukses komandan. (*).






