Dinas Pendidikan Sinjai Dengan Beragam Inovasi

Irwan Suaib berhasil membawa Dinas Pendidikan Sinjai Juara II ajang lomba Apresiasi Video Inspiratif (AVI) Wajib Belajar 13 Tahun. (foto dok)

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai di bawah kepemimpinan Irwan Suaib, S.STP, M.Si menempuh sejumlah langkah kebijakan dan inovatif yang difokuskan pada peningkatan kualitas,pemerataan akses pendidikan, dan penguatan karakter.

Sejumlah program strategis direalisasikan, diantaranya kebijakan lima hari sekolah untuk PAUD hingga SMP yang dimulai 5 Januari 2026,, simulasi makan bergizi untuk siswa selama 17 hari sebagai bagian dari proram nasional untuk meningkatkan gizi siswa, , dan program Sekolah Rakyat Terintegrasi 63 untuk pendidikan gratis warga prasejahtera.

Selain itu, terdapat program wajib belajar 1 tahun pra sekolah, sebagai komitmen mendukung PAUD berkualitas bagi anak usia 5-6 tahun, didukung dengan gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.Serta penigkatan mutu dan sinergisitas, dimana Dinas Pendidikan Sinjai aktif mendorong sinergisitas antara sekolah, orangtua, dan pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi peserta didik.

Keseluruhan program-program tersebut, bertujuan mencetak generasi yang lebih berkualitas dan meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kabupaten Sinjai.

SEKOLAH RAMAH

Selangkah lebih maju lagi, dengan memulai langkah transformatif dalam dunia pendidikan dengan meluncurkan program “Sekolah RAMAH” (Responsif, Adaptif, Mandiri, Harmonis).

Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Makassar, ditandai dengan kunjungan resmi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, beserta jajaran pada Selasa (17/6/25).

Program “Sekolah RAMAH” dirancang untuk memperkuat kapasitas inovasi guru dan kepala sekolah di Kabupaten Sinjai. Menurut Kadis Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, program ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. “Kami melihat ini bukan sekadar program pelatihan biasa, tetapi sebagai pendekatan strategis untuk menciptakan kepemimpinan inovatif di sekolah dan meningkatkan mutu pembelajaran yang berkelanjutan,” ungkap Irwan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai memulai tahun 2025-2026 dengan kebijakan inovatif, termasuk penguatan infrastruktur senilai Rp31 miliar untuk 83 sekolah

Transformasi Pendidikan Digital,

Kabupaten Sinjai semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi pendidikan digital di Sulawesi Selatan. Di bawah nakhoda Bupati Hj. Ratnawati Arif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai tancap gas di tahun 2025 dengan menggelontorkan investasi besar-besaran di sektor teknologi pendidikan.

Tak tanggung-tanggung, Dinas Pendidikan (Disdik) Sinjai melaporkan sebanyak 769 unit Chromebook telah mendarat di 145 sekolah lintas jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa julukan “Bumi Panrita Kitta” kini bertransformasi menjadi pusat inovasi belajar berbasis teknologi.

Irwan Suaib, mengungkapkan,  pengadaan perangkat ini menelan anggaran lebih dari Rp5,1 miliar, dan telah di distribusikan secara merata untuk memastikan keadilan akses digital ke SD: 254 Unit, SMP: 404 Unit, dan PAUD: 111 Unit.

“Beberapa sekolah bahkan sudah menerapkan sistem one student one laptop. Saat ini, kami  mempersiapkan mereka menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google. Insya Allah, tahun depan target ini kita wujudkan,” ujar Irwan dengan optimis, Jumat (2/1/2026).

Ambisi Sinjai menjadi daerah digital kian kuat berkat dukungan Pemerintah Pusat. Irwan menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan Smart Board (papan tulis pintar) untuk seluruh SD, SMP, dan PKBM di Sinjai.(Man/ dari sumber lain)