Editor : Nurzaman Razaq
SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Dalam sebulan terakhir ini, Kabupaten Sinjai dapat dibilang telah masuk sebagai Daerah Siaga Bencana. Intensitas curah hujan yang begitu tinggi dengan angina kencang, mengakibatkan sejumlah desa di kecamatan maupun di titik kota daerah ini, dlanda banjir,longsor, akses jalan dan jembatan antar desa/kecamatan terputus/rusak, tumbangnya pohon menerpa rumah warga dan kendaraan.
Kesigapan Pemerintah Kabupaten(pemkab) Sinjai melalui OPD terkait turun mengatasi dengan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak, menyalurkan bantuan sembako dan logistic,bergotomg royong bersama warga setempat dan lembaga organisasi kemahasiswaan, serta di back up partisipasi nyata daripihak TNI/Polri setempat.
Di Sinjai sejak lama diketahui terdapat dua organisasi radio amatir yakni, Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Pendunduk Indnesia (RAPI), yang diharapkan menjadi komponen atau subsistem yang penting dalam penanggulangan bencana. Keberadaan para amatir radio sebagai anggotanya pun dianggap telah banyak membantu Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam pembangunan.
Dalam suatu keadaan darurat atau bencana, baik dalam skala kecil, menengah atau besar, unsur komunikasi seperti ORARI dan RAPI adalah dua komponen atau subsistem yang berperan untuk menentukan berhasil atau kurang berhasil, bahkan gagalnya suatu operasi penyelamatan, pengerahan bantuan dan penanganan, serta penanggulangan bencana.
Alat komunikasi yang berada dalam koordinasi penanganan bencana, seharusnya berfungsi setiap saat, baik pada tahap sebelum terjadi musibah, saat terjadi musibah, maupun pada tahap pasca terjadinya musibah atau bencana.
Fungsi-fungsi tersebut meliputi sarana peringatan dini atau early warning system agar musibah, bencana dan mara bahaya yang diperkirakan akan terjadi, dapat dideteksi sejak awal. Sehingga semua usaha pertolongan dan penyelamatan dapat dilakukan tepat waktu, tepat guna dan mengurangi timbulnya kerugian harta benda dan jiwa manusia yang banyak,
Hal ini menjadi tantangan pertanyaan bagi ORARI dan RAPI di Sinjai, kepengrusan yang telah lama dilantik dan baru saja dilantik, galang kebersamaan di masing-masing organisasinya untuk terlihat aktifyang bukan saja di udara menggaang persatuan, melainkan aksi nyata di lapangan berbaur bersama pemeritah,TNI/Polri dan masyarakat
Dalam mengatasi dan mengantiipasi meringankan beban daerah yang lagi sakit dilanda bencana.
Belum ada kata terlambat, Sinjai masih Dearah Siaga Bencana, kedua organisasi itu diharapkan memikirkan dan merapatkan barisan masing-masing, apa yang harus diperbuat untuk daerah dan masyarakatt.
Sementara anggota masyarakat yang non anggota amatir dan memiliki radio komunikasi, galang persatuan dan kebersamaan menghimpun diri untuk berkarya untuk daerah dan masyarakat di saat kini.
Sitinaja community Sinjai, salah satu organisasi di luar RAPI dan ORARI yang selama ini juga diharapkan bisa turut andil, kenyataan terkini sudah dianggap tak berdaya, tersungkur dan tiarap. Kacau balau di internalnya sendiri, yang dianggap sudah tidak bisa mengurus dirinya sendiri,apalagi untuk berkarya.(pembelanews.com)






