Oleh: Abrar Mattalioe, Bupati LIRA Wajo
WAJO,PEMBELANEWS.COM – Menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang ke-18 (XVIII) yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026. Adalah sebuah kehormatan. Tapi bagi Wajo, ini bukan sekadar kehormatan. Ini adalah ujian.
Wajo ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Kabupaten Bone. Artinya, mata se-Sulawesi Selatan akan tertuju ke Sengkang dan Watampone. Ribuan atlet, official, dan suporter akan datang. Nama baik Wajo dipertaruhkan.
Di satu sisi, kita patut bangga. Sudah lama Wajo tidak mendapat panggung sebesar ini. Ini momentum untuk membangkitkan ekonomi UMKM, perhotelan, transportasi, dan menunjukkan bahwa Wajo — Kota Sutera — mampu menggelar event besar. Porprov bisa menjadi berkah jika dikelola dengan benar.
Namun di sisi lain, beban itu nyata. Dan harus kita akui dengan jujur.
Pertama, soal venue. Sampai hari ini, beberapa venue kunci seperti Lapangan Gateball, Kolam Renang Atakkae, dan venue lainnya masih tahap penyelesaian. Anggarannya besar. Tapi hasilnya belum terlihat meyakinkan. Jangan sampai kita tuan rumah, tapi atlet kita tanding di venue yang setengah jadi.
Kedua, soal anggaran dan transparansi. Porprov ini menghabiskan anggaran tidak sedikit. Rakyat Wajo berhak tahu, uang itu lari kemana? Sudah berapa persen serapan anggaran? Siapa kontraktornya? Apakah sudah sesuai spesifikasi? Jangan sampai Porprov selesai, tapi masalah hukumnya baru mulai.
Ketiga, soal kesiapan mental dan pelayanan. Tuan rumah yang baik bukan hanya punya lapangan bagus, tapi juga punya masyarakat yang ramah, kota yang bersih, dan pelayanan yang maksimal. Apakah penginapan kita siap? Apakah jalan-jalan kita mulus? Apakah Danau Tempe dan Sutera kita sudah siap menyambut tamu?
Wajo antara lain menjadi sorotan karena kita daerah yang punya sejarah besar di olahraga, tapi beberapa tahun terakhir prestasi kita naik-turun. Porprov di kandang sendiri harus jadi momen kebangkitan. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di rumah sendiri. Target medali harus jelas, pembinaan atlet harus serius.
LIRA Wajo mengingatkan: Jangan jadikan Porprov sebagai proyek bagi-bagi kue saja. Jadikan ini sebagai investasi harga diri daerah.
Pemda Wajo, KONI Wajo, dan Panitia harus terbuka. Libatkan media, libatkan LSM, libatkan masyarakat untuk mengawasi. Karena kalau gagal, bukan hanya Bupati yang malu, tapi seluruh orang Wajo yang malu.
Kita dukung Porprov. Kita dukung Wajo jadi tuan rumah yang sukses. Tapi dukungan itu harus dibarengi dengan kritik dan pengawasan.
Wajo Bisa! Asal jangan main-main. “Bampei Saleng”. (*).






