Kadis DLH Wajo: Ini Tanggungjawab Bersama
SENGKANG, PEMBELANEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo menghadapi tantangan ganda yang tidak ringan. Di satu sisi harus mengejar target penghargaan Adipura Tahun 2026, di sisi lain harus mempersiapkan wajah kota yang bersih dan indah untuk menyambut ribuan atlet dan tamu Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).
Kondisi ini membuat kerja DLH Wajo harus ekstra keras. Pasalnya, penilaian Adipura dan pelaksanaan PORPROV berlangsung hampir bersamaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal mengatakan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada DLH saja.
“Keberhasilan menjaga kebersihan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian semua pihak,” ujar Andi Fakhrul.
Menurutnya, tanpa dukungan seluruh elemen, mustahil Wajo bisa tampil bersih di hadapan tim penilai Adipura sekaligus di hadapan ribuan atlet dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel yang akan datang pada PORPROV.
Oleh karena itu, Kadis DLH Wajo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang selama ini telah membantu.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, baik jajaran pemerintah daerah, OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, TNI-Polri, komunitas, pelaku usaha, maupun masyarakat yang selama ini telah membantu dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Wajo,” jelasnya.
Ia menilai, kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama DLH Wajo dalam menghadapi dua agenda besar tersebut.
Lebih lanjut, Andi Fakhrul berharap semangat gotong royong ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus ditingkatkan.
“Harapan kami, kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini. Mari kita terus bekerja sama, karena menjaga kebersihan dan keindahan Wajo adalah tanggung jawab kita bersama. Kita ingin Adipura 2026 menjadi target bersama, sekaligus menyukseskan PORPROV dengan menghadirkan Kabupaten Wajo yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman bagi semua,” tutupnya.
Untuk diketahui, DLH Wajo terus menggaungkan Gerakan PISOTA (Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta) sebagai budaya hidup bersih masyarakat Wajo.
Dengan gerakan ini, DLH berharap kebersihan bukan hanya saat ada penilaian atau event besar, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Adipura 2026 kita perjuangkan bersama, PORPROV kita sukseskan bersama, dan Wajo Bersih menjadi kebanggaan kita semua.(Abrar)






