Musrenbang, Partisipasi Masyarakat Bagaimana
SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai usai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025-2030 dan RKPD 2026 tingkat Kabupaten Sinjai, , Kamis (15/5/2025) pagi di Aula Hotel Grand Rofina,Sinjai.
Dengan adanya Musrenbang tingkat kabupaten,yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif”,tentu diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efisien, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat.
Senada dengan itu, Bupati Sinjai yang diwakilkan kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Stdakab Sinjai, A.Ilham Abubakar menyatakan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi nyata dalam membangun daerah, mulai dari hal-hal kecil seperti menjaga lingkungan, memastikan anak-anak bersekolah, serta meningkatkan konsumsi produk lokal.
Dikatakan, dokumen RPJMD memuat isu strategis, tujuan, sasaran, serta indikator target yang akan dioperasionalkan setiap tahun melalui RKPD. Dalam hal ini Isu Strategis yang dimaksud itu, haruslah mencerminkan keadaan atau kondisi yang harus mendapatkan perhatian atau prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Prioritisasi isu strategis dilakukan untuk menentukan isu strategis yang paling prioritas dan akan mempengaruhi rumusan misi, tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan dalam lima tahun kedepan.
Prioritisasi isu setidaknya dilakukan dengan menggunakan sejumlah kriteria, dimana setiap kriteria memiliki bobot. Setiap isu strategis diberi nilai berdasarkan setiap kriteria dan akhirnya diperoleh nilai total masing-masing isu strategis
Sementara di bagian lain, permasalahan pembangunan daerah,merupakan “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi riil saat perencanaan dibuat.
Telebih Musrenbang tingkat kabupaten diperhadapkan pada berbagai masalah, termasuk rendahnya partisipasi masyarakat, kualitas program yang kurang, dan efektivitas implementasi usulan yang belum terealisasi. Selain itu, keterbatasan anggaran dan kurangnya koordinasi antar level pemerintahan juga menjadi tantangan
Setidaknya, Musrenbang Tingkat Kabupaten diarahkan agar punya manfaat terhadap pembangunan yang lebih partisipatif:, dimana masyarakat seharusnya memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan.
Hal itu diakibatkan, lantaranjugakurangnya sosialisasi yang efektif mengenai pentingnya Musrenbang dan pengambilan keputusan perencanaan pembangunan. Sikap acuh masyarakat terhadap kegiatan pemerintah desa yang berhubungan dengan Musrenbang, dan perasaan bahwa suara mereka tidak akan didengar atau tidak akan mempengaruhi keputusan.
Ajakan A.Ilham Abubakar untuk bergerak bersama, mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta terus melahirkan inovasi agar Sinjai semakin maju, sejahtera, mandiri, dan berkeadilan,bakalan tidak bisa terwujud optimal manakala aspirasi masyarakat kurang terserap dan terakomodasi dalam perencanaan pembangunan. Pembangunan tidak optimal dan terarah dan berkelanjutan.jika partisipasi masyarakat rendah.
Penting untuk diingat, bahwa Musrenbang tingkat kabupaten merupakan forum penting untuk menyelaraskan visi dan misi pembangunan daerah, serta memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. (*).






