Opini  

Menuju Sinjai RAMAH (Bagian 30).

Editor: Nurzaman Razaq (foto ist)

Ketimpangan Akses Infrastruktur Jalan Pada Layanan Kesehatan

SINJAI,PEMBELANEWS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai kembali disorot terkait  infrastruktur jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Dimana pada akses jalan beralas tanah dan licin yang sejak lama  dikeluhkan warga,karena tidak ada perbaikan, memicu kejadian pilu, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 19.21 Wita.seorang ibu muda bernama Ramlah (22) harus ditandu menggunakan sarung sejauh kurang lebih 2 kilometer oleh warga demi mendapatkan pertolongan medis.di Puskesmas Tengalembang di Desa Bontosalama, Kecamatan Sinjai Barat agar mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Akses jalan menuju rumah Ramlah masih berupa tanah, yang semakin licin saat musim hujan. Kondisi ini membuat ambulans tidak bisa menjangkau lokasi.

Ketimpangan Pembangunan.

Infrastruktur jalan yang terkesan terabaikan dalam perbaikan terhadap  layanan kesehatan,  menunjukan adanya ketimpangan pembangunan yang serius, terutama di wilayah terpencil dan pedesaan.

Infrastruktur jalan yang buruk secara langsung menghambat akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, sepertiyang dialami perepuan Ramah, dimana kasusnya mengakibatkan keterlambatan penanganan medis darurat,yang mengalami pendarahan serius.

Yang pahami selama ini adalah akses layanan kesehatan itu merupakan hak dasar warga. Jalan rusak menjadi sorotan karena Pemerintah dinilai belum sepenuhnya menjamin keadilan pelayanan kesehatan bagiwarga yang tinggal di wiayah tertinggl atau terpencil.

Patut Direspon.

Pemkab Sinjai diminta agar memprioritaskan pembangunan akses kesehatan dan infrastrukturnya sebagai respon atas peristiwa seorang ibu bernama Ramlah yang terpaksa ditandu  2 km menuju Puskesmas akibat keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan yang aman dan layak masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sinjai.

Persoalan ini tidak hanya terkait fasilitas kesehatan, tetapi juga menyangkut infrastruktur dasar yang menjadi penunjang layanan kesehatan.

Jalan rusak bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi bisa menjadi penentu antara keselamatan dan kehilangan nyawa. Ketika akses menuju layanan kesehatan terhambat, masyarakat berada dalam risiko besar.

Harapannya adalah, Visi dan Misi Pemkab Sinjai 2025-2030 yang diakronimkan “SAMA-SAMAKI”.bisa terwujud, yang salahsatunya berlandaskan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan dan layanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang terhambat lantaran infrastruktur yang terabaikan dalam perbaikannya. (*).