APBD Sinjai Dalam Bingkai Sorotan
SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Terjadinya penyusutan pada pendapatan serta pada tata kelola dalam pengelolaan APBD Sinjai periode 2025-2026, menjadi sorotan publik.
Berdasarkan data keuangan daerah hingga pertengahan 2026, rincian spesifik kelemahan dan tekanan fiskal tersebut akibat terjadinya penurunan anggaran pendapatan yang signifikan pada target Pendapatan Daerah dalam APBD 2026 yang berjumlah Rp 947,21 miliar, turun sekitar 18,16% dibandingkan tahun sebelumnya
Termasukterjadinya Tekanan Transfer Pusat yangberkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sehingga membatasi ruang gerak fiskal Pemkab Sinjai, dengan begitu memerlukan efisiensi dan selektivitas tinggi dalam belanja daerah.
Hal itu pula menjadi sorotan publik terhadap pengelolaan dari lembaga swadaya seperti KMAK, yang menyoroti adanya dugaan kejanggalan pada data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD).
Pada periode sebelumnya (APBD 2025), terdapat catatan terkait besarnya porsi Belanja Barang dan Jasa yang mencapai Rp 186,74 miliar, yang sempat memicu perdebatan publik terkait efisiensi anggaran rutin seperti SPPD dan perjalanan dinas anggota DPRD (*).






