SINJAI,PEMBELANEWS.COM –Warga Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaen Sinjai, digegerkan dengann penemuan sosok mayat yang sudah membengkak dan menyebarkan bau menyengat di sebuah di Dusun Kaleleng.,Selasa (05/05/2026) sekira pukul 17.30 wita.
Penemuan mayat yang diketahui bernama Muhammad Tahir (80) tersebut, bermula dari salah satu keluarga bernama Amir yang datang dari Bone bermaksud bertamu. Berselang beberapa lama,Amir yang mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban yang meski Amir memanggilnya. Namun tidak ada jawaban. Sehingga Amir menganggap rumah tersebut kosong. Karena penasaran, Amir mengetuk pintu samping dan mencium bau tidak sedap dari dalam rumah, sehingga dia memanggil tetangga untuk mencari tahu keadaan dalam rumah.
Setelah pintu rumah terbuka, bau tak sedap merebak dari dalam rumah, dan memeriksa dalam kamar dan ditemukan jasad Muhammad Tahir terbujur kaku di atas ranjang berukuran sedang. Akibat peristiwan itu, dengan segera melaporkan ke aparat desa dan dan selanjutnya ke pihak berwajib.

Menerima laporan warga, personil Polsek Sinjai Tengah dipimpin Iptu Tenri Gangga,SH menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) sekaligus pemasangan garis polisi, serta berkordinasi dengan pihak kepala desa dan tenaga medis Puskemas Manimpahoi untuk proses evakuasi.
Ka.Polsek Sinjai Tengah, Iptu Tenri Gangga yang ditemui di lokasi menjelaskan, dari keterangan warga yang dikumpulkan, sebelum jasadnya ditemukan membujur kaku di salah satu kamar di rumah tersebut, dia masih sempat terlihat warga berbelanja ke Pasar Manimpahoi pada hari Jumat pagi (01/05/2026). Almarhum diketahui selama ini hidup seorang diri di rumahnya karena keberadaan istri dan putra-putrinya berada di Bone dan di Makassar.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dusun Kaleleng Andi Lukman yang ditemui menjelaskan, almarhum sebelumnya pada hari jumat, (01/05/2026) lalu terlihat sehat dan terlihat berada di pagi hari di Pasar Manimpahoi berbelanja. ” Setelah hari itu, tidak terlihat lagi kebiasaannya beraktifitas,”tandas Lukman.

Sebelumnya, Amir menjelaskan, pada hari Sabtu pernah mendatangi rumah tersebut dan mengetuk-ketuk pintu,tapi tidak ada jawaban dan bahkan menghubungi handphonenya tapi tidak diangkat padahal berdering. Sehingga Amir menelpon salah satu putranya di Bone menanyakan orangtuanya, dan dijawab orangtuanya ada di Kaleleng. Sehingga Amir berkesimpulan bahwa rumah dalam keadaan kosong. Sehingga Amir kembali ke Bone.
Hingga berita ini naik tayang, kematian almarhum belum diketahui penyebabnya. Jasad almarhum sementara di identifikasi oleh Tim INAFIS Polres Sinjai, selanjutnya sembari menunggu sanak keluarganya, jenazah akan dikebumikan malam itu juga di halaman belakang rumahnya (cea).






