Namun di lain sisi, mengutip Reuters, industri baru bata China mengatakan bahwa mereka tidak memperkirakan bahwa impor pada 2024 tidak akan meningkat. Namun, bukti dari kuartal pertama menunjukan bahwa permintaan Negeri Tirai Bambu masih besar.
Berdasarkan data Kpler, impor China untuk semua jenis batu bara dari pasar lintas laut telah mencapai 97,43 juta metrik ton pada kuartal I/2024, meningkat 16,9% dari 83,36 juta ton pada periode yang sama pada 2023.
Adapun, tingginya pertumbuhan impor kontras dengan evaluasi yang suram terhadap sektor batu bara China pada konferensi industri di Xiamen pada Maret 2024, dengan konsensus bahwa impor akan tetap datar atau bahkan menurun pada 2024.
Beralih ke India, mengutip Energyworld, Global Energy Moneter melaporkan bahwa sektor pembangkit listrik tenaga batu bara India mengalami perubahan signifikan pada 2023, dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru bara sebesar 5,5 gigawatt. Jumlah ini sama dengan jumlah yang sudah diberhentikan oleh Uni Eropa.
Adapun, hal tersebut mencatatkan penambahan kapasitas batu bara sebesar dua kali lipat dari 2022 dan merupakan tingkat penghentian kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara terendah di India dalam delapan tahun terakhir.
