MAKASSAR, PEMBELANEWS.COM – Ribuan warga memadati Lapangan Karebosi, Minggu (9/11), merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar. Namun, di balik kemeriahan itu, perayaan kali ini dihelat dengan semangat yang berbeda: reflektif, substantif, dan penuh dengan “kado kerja nyata” dari Pemerintah Kota (Pemkot) pimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Dengan mengusung tema “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”, HUT tahun ini menjadi wujud komitmen pemerintahan yang baru menjabat sembilan bulan untuk memberikan manfaat konkret, mengedepankan kolaborasi, dan membangun kota yang inklusif.
Kado Kerja Nyata: Dari Ruang Kreatif hingga Perlindungan Sosial
Bertepatan dengan momentum HUT, Pemkot meluncurkan serangkaian inisiatif yang dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan warga. Berikut beberapa program unggulan yang telah diresmikan:
- Makassar Creative Hub (MCH): Gedung lima lantai hasil kolaborasi dengan LMAN ini diresmikan pada 7 November. Setiap lantainya memiliki fungsi spesifik, mulai dari area literasi, ruang kolaborasi, galeri seni, pusat manajemen konten, hingga urban farming di lantai teratas sebagai simbol keberlanjutan.
- Kurikulum Muatan Lokal (Mulok): Program untuk tingkat SD yang digagas bersama Universitas Negeri Makassar (UNM) ini fokus pada pembentukan karakter, penguatan kearifan lokal, dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris.
- Bantuan Sosial & Pemberdayaan: Meliputi program bedah rumah untuk 62 unit rumah tidak layak huni, pelatihan dan bantuan mesin jahit bagi 50 perajin melalui “Makassar Craft Expo 2025”, serta sidang isbat nikah massal untuk 33 pasangan.
- Revolusi Layanan Kesehatan & Sosial: Pemkot mencatat rekor MURI untuk sunatan massal 418 anak, donor darah 350 pendonor, dan pemasangan gigi palsu untuk 300 warga. Selain itu, program Makassar Berjasa telah melindungi 263.903 pekerja dengan jaminan sosial.
- Mitigasi Bencana & Penggerak Ekonomi: Sistem peringatan dini (EWS) dipasang di tiga titik sungai rawan banjir. Sementara itu, Makassar Great Sale 2025 digelar dengan diskon hingga 49% untuk menggairahkan perekonomian lokal.
Prestasi & Pengakuan Nasional
Dalam kurun waktu sembilan bulan, kinerja Munafri-Aliyah telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Munafri Arifuddin menyabet sejumlah penghargaan, antara lain:
- Kepala Daerah dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025.
- Outstanding Urban Leader for Inclusive Public Policy Innovation dalam CNN Indonesia Award 2025, berkat inisiatif Makassar Creative Hub.
- Pemkot Makassar juga meraih penghargaan Urban Innovation dan Smart Governance dalam CNBC Indonesia Awards 2025.
Visi Kepemimpinan: Kolaborasi Kunci Membangun Makassar
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menegaskan bahwa HUT ini adalah momentum perenungan, bukan sekadar pesta.
“Hari ini, Makassar tidak sekadar merayakan ulang tahun, tetapi merayakan kebersamaan. Sebuah perjalanan panjang yang dirajut oleh tangan-tangan warganya sendiri,” ujar Munafri.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah, seperti ketimpangan sosial dan fasilitas pendidikan. “Kami sadar, semua itu tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Kota ini harus dibangun bersama,” tegasnya, seraya berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dan menjamin keamanan bagi investor.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menambahkan, usia 418 tahun adalah momentum untuk meneguhkan nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Mari membangun Makassar dengan hati, agar kota ini selalu menjadi rumah yang memberi kebanggaan bagi semua,” ajak Aliyah.
Penghargaan untuk Warga dan Puncak Perayaan
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot menyerahkan beasiswa kepada 10 pelajar berprestasi, bantuan perlengkapan sekolah, serta penghargaan bagi 20 pegawai teladan dan 10 warga teladan. Penghargaan khusus juga diberikan kepada 15 instansi Forkopimda yang aktif berkolaborasi.
Puncak perayaan di Karebosi juga diwarnai dengan layanan publik gratis, seperti pemeriksaan kesehatan, pencetakan dokumen kependudukan, konsultasi perizinan, dan sosialisasi Makassar Super Apps LONTARA+ yang mengintegrasikan 358 layanan publik. Acara ditutup dengan kirab budaya dan pameran urban farming, mengukuhkan harmoni antara kemajuan dan kearifan lokal Kota Daeng.






