PAN Singgung Suara Berisik yang Berisi Racun soal Kans Pertemuan Jokowi-Megawati

Foto: Jokowi dan Megawati Sukarnoputri saat menghadiri konferensi pers di Jakarta pada tanggal 9 Juli 2014.

“Di samping itu, beliau berdua tentu akan dapat saling memahami posisi dan pemikiran politik masing-masing, sehingga ada nilai toleransi,” katanya.

Namun, Viva menyinggung adanya suara-suara berisik yang seolah tidak senang dengan kans Jokowi dan Megawati bertemu. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menyebut Jokowi sebaiknya bertemu anak ranting terlebih dahulu.

“Meskipun banyak suara berisik yang berisi racun yang mematikan sikap kenegarawanan beliau berdua, tentu hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam memaknai kompetisi, persaingan, dan pertarungan politik di sistem demokrasi konstitusional,” tutur Viva.

Dia mengatakan masyarakat lebih senang seluruh tokoh bangsa bersatu dalam membangun bangsa. Apalagi, kata Viva, perbedaan pilihan di pemilu merupakan hal yang wajar.

“Rakyat akan senang dan bergembira jika para pemimpinnya hidup akur, guyub, kompak, solid, dan menjaga nilai persahabatan. Berbeda pemikiran dan pendapat itu hal yang wajar di dunia politik. Yang tidak boleh itu beda pendapatan hehe,” tutup Viva.

Sebelumnya, Hasto menyebut Jokowi harus sowan terlebih dahulu kepada anak ranting. Sebab, anak ranting menjadi benteng Megawati.

“Terkait konteks berkaitan dengan (pertemuan) Pak Jokowi, hanya anak ranting justru mengatakan aduh sebentar dulu, gitu, biar bertemu dengan anak ranting dulu karena mereka juga jadi benteng bagi ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto saat ditemui di kediaman pribadi Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Menurut Hasto, para anak ranting tidak ingin Megawati ikut terseret dalam perilaku abuse of power yang dilakukan Jokowi selama Pilpres 2024.

“Bukan persoalan karena PDI Perjuangannya tetapi lebih karena bagaimana Pemilu 2024 khususnya pilpres yang didambakan menjadi legacy dari Presiden Jokowi tapi ternyata justru merupakan puncak dari abuse of power dari Presiden,” kata dia