Rembuk Ketahanan Pangan Desa Saotengnga 2026: Solusi Berkelanjutan Manfaatkan Kebun Desa Terintegrasi

SINJAI,PEMBELANEWS.COM –  Sebagai bentuk komitmen mewujudkan kemandirian pangan, mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta memperkuat  perekonomian lokal, Pemerintah Desa (Pemdesa) Saotengnga menggelar Rembuk Ketahanan Pangan Desa Tahun 2026, Kamis siang (23/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sanggar TanI Desa yang berlokasi di Kebun Desa Dusun Tarangkeke itu, dihadiri Camat  Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa, Ka.Polsek Sinjai Tengah, Iptu Tenri Gangka,SH, didampingi Bhabinkamtibmas Bripka Dedy Setiawan, Kepala Desa Saotegnga Andi Mappima Noma, Ketua TP PKK Desa Saotengnga,dan anggota, Kepala KUA Kecamatan Sinjai Tengah Andi Baly, Direktur BumDes Maklebata AB.Kurnia, Pendamping Desa Lokal A.Akbar dan M Syahrir,Ketua BPD Saotengnga, Andi Sudirman Waris dan anggota, ketua kelompok tani, Kepala Dusun Tarangkeke, tokoh perempuan dan ketua lembaga desa serta Mahasiswa KKN-T Unhas yang berposko di  Desa Saotengnga.

Mengawali agenda rembuk ketahanan pangan yang dipandu A.Akbar, Kepala Desa Saotengnga, Andi Mappima Noma,S.Pd  menjelaskan, program ketahanan pangan dari tahun ke tahun dibahas terkait pengalokasian dana desa 20 persen, guna mendukung perekonmian warga dan kemandirian lokal.

Namun menurutnya, pengalokasian anggaran  yang seharusnya dioptimalkan untuk pemanfaatan kebun desa sebagai sentra ketahanan pangan desa,belum maksimal.

“Saya juga merasa prihatin terhadap kebun desa kita ini,yang belum bisa dioptimalkan pemanfaatanya.Padahal pada setiap kesempatan pertemuan Saya selalu mengimbau agar warga bisa memenafaatkannya,”ungkapnya seraya menambahkan, yang juga menjadi masalah adalah, belum ada pihak tertentu  yang bisa menggerakkan program ini.

Dia menambahkan, pada tahun 2025 lalu dan tahun sebelumnya, kebun desa seluas kurang leiih 4 ha ini dikelola oleh BumDes Saotengnga, dan tahun 2026 diambil alih dan dikelola oleh pemerintah desa. Itupun hingga kini belum dioptimakan.

Oleh karena itu, hatapnya, melalui rembuk ketahanan pangan pada hari ini, mari kita bersama merembukkan solusi terbaik dalam pemanfaatan kebun desa dan menetapkan pilihan tanaman apa saja yang dianggap tepat dikembangkan di kebun desa kita ini.

Pada kesempatan yang sama, Camat Sinjai Tengah Andi Syahrul Paesa menekankan, agar pemerintah desa dan warga setempat mencari solusi terbaik dalam menjabarkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan kebun desa ini.

Sebagai upaya ke arah itu,dia menyarankan agar rumah tani yang dibangun di kebun desa ini, dijadikan sarana belajar dengan mengembangkan pola pikir mau diapakan kebun desa kita ini.

Salah satu pola pikir dalam pengembangan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan kebun desa ini adalah, dia menyarankan agar pemerintah desa dan kelompok tani yang ada pada kesempatan tertentu sebaiknya bertandang mengunjungi perkebunan yang dikelola Bupati Bulukumba di Mannanti.

“Kunjungan ini, bukan mencontohi apa yang dikembangkan disana, tetapi mengembangkan pola pikir kita bagaimana memanfaatkan lahan yang ada yang kemudian bisa diterapkann di desa kita ini.

Pada sesi diskusi, Kapolsek Sinjai Tengah turut memberikan wawasan berpikir untuk bagaimana memanfaatkan lahan yang ada di kebun desa,Dia menyarankan agar menetapkan pilihan tanaman apa yang baik dan cocok dikembangkan.

Dengan lahan sekitar  4 ha ini, sebaiknya dimanfaatkan dengan tidak serampangan ditanam seperti yang ada sekarang di kebun desa. Terlihat  bermacam-macam yang ditanam, tapi sama sekali tidak terurus dan tidak menghasillkan.

Dia mencontohkan, ketika bertugas di salah satu kecamatan di Maluku, disana perkebunannya sangat teratur .Tanaman tidak saling tumpang tindih dan bercampur baur dalam satu lahan.

“Pada satu titik,semuanya pohon pisang, pada titik yang berbeda difokuskan tanaman pala, dan pohon kelapa,”ungkapnya seraya menambahkan, dengan begitu dapat menjadi contoh untuk pemanfaatan kebun desa ini dengan menanam secara teratur dan fokus tanaman apa yang mau dikembangkan.

Dari beragam saran dan tanggapan, kegiatan rembuk dengan tudang sipulung yang diawali santap siang bersama itu, tersimpulkan beberapa pemikiran diantaranya, sebagai solusi dari program ketahanan pangan ini, disarankan dilakukan secara terintegrasi dalam satu lahan perkebunan, dengan ketersediaan anggaran untuk untuk peningkatan infrastruktur jalan menuju kebun desa, sarana air bersih, dengan melalui perencanaan yang matang serta membentuk pengelola /penanggungjawab terhadap pemanfaatan kebun desa, untuk menggerakkan warga bercocok tanam di lahan tersebut, yang selanjutnya terdapat bagi hasil untuk Pendapatan Asli Desa (PADes).

Saran lainnya, agar pembahasan pada rembuk ketahanan pangan saat ini, lebih dimatangkan pada penyusunan anggaran desa melalui Tim RKPDes 2027.(cea).