Transformasi Polri Di Tahun 2026, Maju Dan Dipercaya Masyarakat Di Bawah Kepemimpinan Jendral Listyo Sigit Prabowo

Jendral Listyo Sigit Prabowo (foto dok,kompas.com

Editor : Nurzaman Razaq

MAKASSAR,PEMBELANEWWS.COM – Hasil riset terbaru terhadap transformasi budaya Polri pada  kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menyebutkan mayoritas publik menyatakan keyakinannya bahwa Polri di tahun 2026 mengalami perbaikan signifikan.

Riset terbaru itu, diperoleh hasil riset yang dilakukan Rumah Politik Indonesia (RPI) melalui Direktur Eksekutif RPI, Fernando Emas, Selasa (13/01/2026) lalu, yang menyebut bahwa tingkat optimismis publik tidak terlepas dari model kepemimpinnan Kapolri JendralListyo Sigit Prabowo yang mengusung PRESISI (Prediktif, Responsibilitasdan Transparansi Berkeadilan).

Hasil survei RPI tersebut menyebut, sebanyak 76,2 persen mengaku optimistis (cukup optimistis/optimistis/sangat optimistis) transformasi Polri terjadi di Tahun 2026. Sedangkan sebesar 19,9 persen responden menjawab kurang optimistis, dan sebesar 3,9 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Pengamat hukum dan politik Boni Hargens turut memberi respon optimistis terhadap Polri yang akan mengalami transformasi budaya secara signifikan pada 2026.

Transformasi budaya tersebut, lanjut Boni, tidak hanya memperkuat kapasitas internal institusi, tetapi juga memberikan dukungan maksimal dalam mewujudkan agenda Astacita pemerintah.

Senada dengan Boni Hargens, Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC) Febry Wahyuni Sabran menilai institusi Polri  terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman dan ekspektasi masyarakat modern.

Dia juga menyebut Polri juga memberi dukungan dan komitmennya dalam reformasi berkelanjutan sebagai lembaga yang profesional, berintegritas, dan melayani kepentingan rakyat dengan sepenuh hati.

Terkait dengan transformasi budaya Polri  itu, dari sejumlah penialaian pengamat menunjukkan bahwa, dalam memperkuat demokrasi hukum di tahun 2026,mayoritas lapisan masyarakat di negeri ini akan menempatkan gtransformasi budaya Polri sebagai fondasi utama dimana masyarakat kini berdiri di belakang Polri dalam melengkapi reformasi membangun Polri yang profesional modern dan dipercaya masyarakat.

Sebagaimana yang ditekankan Fernando, penilaian masyarakat sebagai penerima langsung layanan kepolisian menjadi tolok ukur penting dalam melihat sejauh mana perubahan budaya organisasi Polri dirasakan dan diterima secara berkelanjutan.

Selain itu, kata Fernando, sekitar 67,8 persen responden juga menyatakan keyakinannya bahwa Polri akan berani melakukan koreksi internal pada tahun 2026. Sementara itu, 22,2 persen responden menyatakan kurang optimistis dan 10 persen lainnya memilih tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu.

“Dukungan ini bukan tanpa alasan, masyarakat melihat langsung upaya-upaya nyata yang dilakukan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi operasional, dan komitmen terhadap penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu,” kata Febry dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4 Januari 2026.

Publik menilai Polri telah menempatkan transformasi budaya organisasi sebagai fondasi utama, melengkapi reformasi struktural dan operasional, guna membangun Polri yang profesional, modern dan dipercaya masyarakat, jelas Boni Hargens pada kesempatan sebelumnya.

Hasil Survei RPI.

Survei RPI dilaksanakan pada periode 2–9 Januari 2026 dengan melibatkan responden berusia di atas 17 tahun yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling

Jumlah responden dalam survei ini mencapai 1.200 orang yang terdistribusi secara proporsional di 30 provinsi. Margin of error survei tercatat sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan ±95 persen.

.Survei RPI juga menunjukkan fakta-fakta positif soal langkah Polri di Tahun 2026, yakni sebanyak 72,2 persen publik optimistis akan terjadi pergeseran signifikan budaya militeristik ke civilian policing dalam Polri; sebanyak 69,2 persen publik optimis Polri berorientasi pada pelayanan publik, bukan kekuasaan; sebanyak 75,9 persen publik optimis kepemimpinan Polri akan menjadi teladan dan role model; dan sebanyak 65,6 persen, publik optimis Polri responsif terhadap penanganan kejahatan siber, transnasional, dan kejahatan modern selama ini..

Hasil survei RPI juga menunjukkan tingginya optimisme publik terhadap penguatan pendekatan community policing oleh Polri pada tahun 2026. Sebanyak 73,1 persen responden menyatakan optimistis, 17,5 persen menjawab kurang optimistis, dan 9,4 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau memilih tidak menjawab.

Responden optimistis atas transformasi Polri karena melihat Polri konsisten melakukan transformasi Polri. Hal itu dapat dilihat dari dibentuknya Tim Transformasi Polri yang dibentuk oleh Kapolri. Selain itu, Polri dinilai memiliki keberanian untuk melakukan koreksi internal,

Dapat dilihat bagaimana Polri menertibkan anggotanya yang melakukan pelanggaran. Transparansi tata kelola dan juga modernisasi pelayanan juga menjadi perhatian dari responden ketika melihat keseriusan polri melakukan transformasi.

Cerminan Kinerja

Transformasi Polri akan menjadi cerminan kinerja, tuliss Boni, berupa disiplin tinggi, dan komitmen reformasi diri yang kokoh dalam melaksanakan tugas, serta peran Polri sebagai penjaga demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia

Menurut dia, proses reformasi yang sistematis dan terukur menghasilkan Polri yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas tinggi

“Transparansi dalam setiap kebijakan dan operasional, akuntabilitas di setiap tingkatan jabatan, dan orientasi kuat pada kepuasan dan pelayanan publik menjadi pilar-pilar utama transformasi yang diharapkan dapat sepenuhnya tertanam dalam DNA organisasi Polri di tahun 2026,” ucap dia menegaskan. (Humas Polri dan sumber lainnya).

.