Vina Apriani, Mahasiswi KKN Tematik Unhas, Aplikasikan Alat Resapan Biopori Tepat Guna Di Desa Saotengnga

Satu alat resapan biopori diserahkan secara simbolis oleh Vina kepada salah satu tokoh masyarakat di Desa Saotengnga (foto dok)

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Sebanyak 6 orang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Unhas angkatan 114 sejak 7 Juli yang berposko di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai melaksanakan tujuh program inovasinya.

Salah satu program individu yang bersifat inovasi diaplikasikan untuk warga setempat, yakni Pembuatan Lubang Biopori sebagai tempat Resapan dan Pengomposan Alami, yang dilakukan Vina Apriani, mahasiswa jurusan Agroteknologi Unhas.

Menurut Vina Apriani yang ditemui menjelaskan, lubang biopori ini memiliki banyak manfaat diantaranya, dapat meningkatkan resapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi risiko terjadinya banjir, pengolahan sampah organik menjadi kompos alami yang dapat menyuburkan tanah.

Lubang biopori tambah Vina, dapat membantu mencegah terjadinya genangan air ketika curah hujan tinggi dan meningkatkan ketersediaan air tanah pada saat musim kemarau.

“Dengan demikian, lubang resapan biopori dapat menjadi solusi sederhana dan efektif untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” tandas Vina menambahkan.

Sekilas Tentang Lubang Resapan Biopori.

Lubang Resapan Biopori atau biasa disebut “Lubang Biopori”, merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah.

Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lubang Resapan Biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah.

Biopori sendiri adalah istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah seperti cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan diisi oleh udara dan air di dalam tanah.

Prinsip kerja daari lubang peresapan biopori sangat sederhana. Lubang yang kita buat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori. Rongga-rongga (biopori) ini menjadi saluran bagi air untuk meresap kedalam tanah.

Manfaat Lubang Biopori

Lubang Resapan Biopori adalah teknologi sederhana yang tepat guna dan ramah lingkungan. Lubang biopori ini mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurasi resiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.

:Semoga dengan alat yang kami persembahkan ini, dapat bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat Desa Saotengnga,” harap Vina.(cea)