WAJO,PEMBELANEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo kembali menorehkan prestasi membanggakan. DLH Wajo berhasil meraih penghargaan TOP 1 Inovasi Daerah dari 51 inovasi, pada ajang Penganugerahan Penghargaan Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Wajo.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi unggulan bernama Wajo Green Pest, yakni inovasi pembuatan cairan anti rayap berbahan dasar limbah ubi kayu.
Inovasi ramah lingkungan ini merupakan hasil kreativitas dari salah satu staf DLH Kabupaten Wajo, Dr. Samsudariadi, S.T., M.T., selaku inovator.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, DLH Kabupaten Wajo kembali mendapatkan penghargaan. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Andi Fakhrul Rijal.
Menurutnya, inovasi Wajo Green Pest menjadi bukti nyata bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Limbah ubi kayu yang selama ini berpotensi menjadi persoalan lingkungan, justru berhasil dikembangkan menjadi bahan pembuatan cairan anti rayap yang efektif.
Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. Samsudariadi beserta seluruh jajaran DLH Wajo yang telah berkontribusi dalam melahirkan dan mengembangkan inovasi tersebut.
“Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti hanya pada penghargaan, tetapi dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi lainnya. Kami ingin membuktikan bahwa limbah bukan hanya persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” tambahnya.
Penghargaan TOP 1 Inovasi Daerah ini menjadi tambahan prestasi bagi DLH Kabupaten Wajo, sekaligus memperkuat komitmen DLH dalam mendorong kreativitas, pemanfaatan limbah, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
DLH Wajo: Terus Berinovasi, Mengolah Limbah Menjadi Manfaat, Menuju Wajo Bersih, Sehat, dan Hijau. (Abrar).






