Review  

Bila (kah) Sinjai Mampu Tembus Tiga Besar Di Porprov 2026 Di Bone Dan Wajo.

Pelepasan personel kontingen Sinjai untuk berlaga pada Porprov 2026 di Bone dan Wajo,Senin (02/11/2026) - foto: Humas

Sebuah Catatan Pinggir Di Tengah Terpaan Sorotan dan Harapan Publik

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sinjai resmi melepas 504 personel kontingen, terdiri dari 353 atlet (205 putra, 148 putri), 36 pelatih, 9 mekanik, ofisial, dan panitia—untuk berlaga pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026, Senin, 02 November 2026, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai.

Kegiatan yang berlangsung  pada7 – 14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.tercatat cabang olahraga (Cabor) yang diikuti kontingen Sinjai 27 dari 48 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Di balik keikutsertaan Sinjai pada Porprov 2026 itu, tercatat beberapa Sorotan publik dan catatan yang dirangkum meliputi beberapa poin utama:

Target Prestasi yang Ambisius

Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dan Ketua Kontingen Andi Ilham Abubakar pada acara pelepasan kontingen, memasang target tinggi agar kontingen Sinjai mampu menembus peringkat tiga besar (atau lima besar dalam beberapa proyeksi awal) dalam klasemen perolehan medali.

Target ini cukup menyita perhatian, mengingat ketatnya persaingan dengan tuan rumah Bone dan Wajo serta kabupaten/kota lain di Sulsel.

Target ini tentu menjadi harapan masyarakat di Bumi Panrita Kitta,

Dukungan Anggaran Hibah (Rp1,2 Miliar)

Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelontorkan dana hibah sebesar Rp1,2 miliar melalui APBD yang disalurkan lewat KONI Sinjai. Publik menyoroti efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan seluruh kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan peralatan 353 atlet, biayai operasional tim pelatih, mekanik, manajer cabor, official, serta jajaran panitia kontingen yang mendampingi di wilayah pelaksanaan di Bone dan Wajo, tercukupi dengan baik.

Kesiapan Logistik dan Perpindahan Atlet

Dengan ratusan atlet yang tersebar di 27 cabor serta jadwal Porprov yang berlangsung pada 7–14 November 2026, tantangan terbesar yang mendapat sorotan, adalah manajemen perpindahan dan kondisi fisik atlet selama bertanding di dua wilayah berbeda Bone dan Wajo.(cea)