Review  

Memaknai HUT Kemerdekaan RI Ke-81 (Jilid 3)

Editor: Nurzaman Razaq/Ketua SMSI Sinjai.-

Tantangan Indonesia, terasa benang kusut. terasa sulit untuk diurai

MAKASSAR,PEMBELANEWS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81  Republik Indonesia ini, menjadi momentum yang tepat untuk merdeka dari kesenjangan, oligarki, maupun mafia ekonomi dan kesehatan.

Kurun waktu 81 tahun Indonesia merdeka, masih terasa kesenjangan ekonomi, politik, sosial dan pendidikan. Ekonomi bangsa ini sebagian besar masih dikuasai segelintir elit, yang menghegemoni kekuasaan dengan kekuatan finansial. Bahkan, jarak antara si kaya dan si miskin makin jauh,

Di bidang sosial dan pendidikan pun kenyataannya juga sama, masih ada kesenjangan dalam fasilitas bagi masyarakat di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Pentingnya perhatian dan dukungan pemerintah dalam pendidikan, tidak terkecuali pesantren, 

Perdebatan di bidang ekonomi dan kesehatan tampaknya semakin meruncing. Kebijakan-kebijakan yang sebagian terasa kepentingan oligarki, yang meminggirkan peran rakyat kecil. Juga, mafia-mafia di bidang ekonomi dan kesehatan, yang selama ini menghambat perbaikan sistem untuk transformasi Indonesia.

Mengingat hal itu, bersama semua elemen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara untuk semua. Kelompok yang memegang kendali ekonomi dan kekuasaan, seharusnya mengayomi dan mengangkat rakyat, serta para pengusaha muda.

Bila (kah) Indonesia kini berada di persimpangan jalan menuju 2045, tahun yang kerap dibayangkan sebagai puncak kemajuan bangsa. Istilah “generasi emas” terdengar di banyak forum, membawa harapan tentang ekonomi yang lebih kuat, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan masyarakat yang lebih layak.

Namun, di balik harapan besar tersebut, tantangan Indonesia terasa seperti benang kusut yang sulit diurai. Angka stunting yang masih tinggi dan masih menghantui tumbuh kembang anak, tuberkulosis belum terkendali, hutan terus menyusut, air bersih makin sulit diakses, dan dinamika politik serta ekonomi sering kali tidak stabil.

Lantas, bisakah kita menyelesaikan masalah rumit ini? bagaimana refleksi para pengamat dan pemerhati melihat fenomena seperti itu.?.(dari sumber  lainnya).