Review  

Memaknai Hut Kemerdekaan RI Ke-81 (Jilid 6)

Editor: Nurzaman Razaq /Ketua SMSI Sinjai

Puisi Kemerdekaan Untuk Kita,

MAKASSAR,PEMBELANEWS.COM – Puisi kemerdekaan menyuarakan kesenjangan sosial, suara rakyat kecil, dan makna kemerdekaan yang belum sepenuhnya dirasakan oleh semua.

Catatan Pinggir Kemerdekaan

Tujuh belas Agustus datang lagi,
bendera berkibar di tiang-tiang tinggi.
Suara pengeras suara memecah pagi,
mengenang pahlawan yang tumpah darah di bumi.

Tapi di balik gemuruh sorak dan pesta,
ada suara kecil tertelan di pinggir kota.
Perut-perut lapar menagih janji merdeka,
sementara kursi-kursi empuk dipenuhi mereka yang kuasa.

Merdeka bukan hanya selendang merah putih,
bukan pula pidato panjang yang letih.
Merdeka adalah saat keadilan tidak pilih kasih,
dan tangis rakyat miskin benar-benar ricih.

Hingga kapan tanggal merah menjadi pura-pura,
jika tanah air ini milik segelintir manusia?
Bangunlah dari mimpi kemerdekaan semu,
pulangkan makna merdeka ke pangkuan ibu.(*)

Puisi Hukum Di Indonesia

Hukum di Indonesia, landasan bagi keadilan,
Namun kadang kala, terasa ada ketidaksempurnaan.
Dalam peradilan, kita cari kebenaran,
Meski jalannya terjal, kita tetap berjuang bersama.

Kita berpegang pada Pancasila, dasar negara yang luhur,
Dengan Bhinneka Tunggal Ika, kita tetap bersatu.
Hukum harus tegas, adil tanpa pandang bulu,
Untuk semua warga negara, tanpa terkecuali.

Tapi terkadang, hukum bisa terombang-ambing,
Dalam lautan politik dan kepentingan yang berkecamuk.
Kita perjuangkan reformasi, agar hukum berfungsi sejati,
Melayani rakyat dengan adil, tanpa manipulasi.

Hukum di Indonesia, cerminan kita sebagai bangsa,
Kita berharap ia akan mengilhami masa depan yang cemerlang.
Dengan perbaikan terus-menerus, keadilan tercapai,
Indonesia maju, dengan hukum yang benar-benar adil. (*).

Puisi Semangat Nasionalisme Soekarno

Di dalam dada sang pahlawan besar
Bersemayamlah semangat nasionalisme yang abadi
Soekarno, nama yang menggetarkan hati
Membakar api cinta tanah air yang tak terpadam

Dengan kata-kata bijak dan langkah tegar
Ia mengingatkan betapa pentingnya persatuan
Merah putih berkibar di angkasa, tanda kebanggaan
Nasionalisme dalam setiap langkahnya terpancar

Cinta Indonesia dalam setiap detak jantungnya
Membara bak bara yang takkan pernah padam
Mengilhami generasi-generasi, melewati waktu
Semangat nasionalisme Soekarno, tetap bersemayam

Bersatu, maju, berdaulat dan adil makmur
Bukan sekadar kata-kata, melainkan keyakinan
Semangat nasionalisme Soekarno mengajarkan
Bahwa cinta tanah air adalah pijakan sejati.(*).