Pembuatan Peta Kesesuaian Lahan Perkebunan Berbasis GIS, Karya Inovasi Mahasiswa KKN-T Unhas Angkatan 114 Di Desa Saotengnga

Kegiatan ini ditujukan kepada petani dan aparat desa yang terlibat dalam perencanaan pertanian. Peta kesesuaian lahan pertanian Desa Saotengnga yang telah dicetak dalam ukuran besar dan dibingkai itu telah diserahkan oleh Taufik Hidayat kepada Kepala Desa Saotengnga, Andi Mappima Noma,S.Pd.(foto dok)

SINJAI,PEMBELANDEWS.COM – Salah satu karya inovasi yang di toreh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Termatik (KKN-T) Unhas Angkatan 114 di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, yakni Pembuatan Peta Kesesuaian Lahan Pertanian berbasis Geografis Informasi Sistem (GIS) yang berperan penting dalam pengembangan aplikasi pemetaan lahan berbasis mobile.

Taufik Hidayat, Mahasiswa Jurusan Tehnik Perencanaan Wilayah Kota Unhas, Minggu (10/08/2025) menjelaskan, program individu ini merupakan inisiatif untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan pertanian di Desa Saotengnga, dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS).

Melalui pendekatan ini, lanjut Kordinator Desa (Kordes) Saotengnga ini, lahan-lahan pertanian dapat dianalisis berdasarkan berbagai parameter seperti jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Hasil pemetaan ini diharapkan menjadi acuan bagi petani dan pemerintah desa dalam mengoptimalkan pembangunan dan   penggunaan lahan secara tepat guna dan berkelanjutan.

Kegiatan ini ditujukan kepada petani dan aparat desa yang terlibat dalam perencanaan pertanian. Peta kesesuaian lahan pertanian Desa Saotengnga yang telah dicetak dalam ukuran besar dan dibingkai itu telah diserahkan ke kantor desa melalui Kepala Desa Saotengnga, Andi Mappima Noma,S.Pd.

Secara umum, lanjut Taufik Hidayat, tujuannya  untuk membantu petani dalam pengarsipan dokumen yang berkaitan dengan data petani dan data geospasial lahan, sehingga mendukung pengelolaan lahan yang lebih efektif dan terintegrasi. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pemetaan lahan serta memudahkan petani dalam mengelola lahan pertaniannya secara digital.

“Hal ini memungkinkan pula pemerintah desa bisa membuat keputusan yang lebih tepat dan efesien dalam pengelolaan lahan, peningkatan produksi dan pengembangan pertanian di Desa Saotengnga.

Dalam menyikapi karya yang dihasilkan mahasiswa terkait pemanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS), Kepala Desa Saotengnga Andi Mappima Noma,S.Pd menilai sangat berkontribusi  terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat

Dalam era digital,kata Andi Mappima Noma, penggunaan teknologi, khususnya Geographic Information System (GIS), menjadi sangat relevan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan lahan.(cea).