Editor; Nurzaman Razaq
MAKASSAR,PEMBELANEWS.COM – Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum bagi jurnalis (pers) untuk merefleksikan relasi antara kepolisian dan media.
Dari kacamata pers, Polri dipandang sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi, namun sekaligus institusi yang wajib dikawal melalui fungsi kontrol sosial yang independen dan objektif.
Insan pers sebagai bagian dari perubahan itu. Arus informasi bergerak lebih cepat dari yang bisa dikontrol siapa pun, benar dan palsu bercampur, kepentingan berlapis-lapis. Polri di usia ke-80 dituntut makin cerdas, makin terbuka, dan makin kuat mentalnya menghadapi ujian zaman yang tak mudah ini.
Kepercayaan publik bukan warisan yang datang otomatis ia harus dijaga setiap hari, lewat setiap tindakan di lapangan, setiap respons terhadap pengaduan, setiap pilihan yang menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Harapan insan pers di usia ke-80 ini, Polri diharap tetap menjaga dan menjalin kemitraan antara pers dan Polri, terus tumbuh di atas dasar saling percaya dan menghormati fungsi masing-masing.
Pers membutuhkan Polri yang terbuka dan akuntabel; Polri membutuhkan pers yang jujur dan bertanggung jawab. Keduanya adalah pilar kontrol yang sehat dalam demokrasi.
Semoga di usia yang makin matang ini, Polri semakin terasa kehadirannya di perbatasan, di pelosok desa, di tengah keramaian kota sebagai pelindung yang tak perlu ditakuti dan pelayan yang selalu diharapkan.
Oleh karena itu, Polri harus terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan, memperkuat profesionalisme, meningkatkan integritas personel, mengedepankan transparansi, serta memastikan setiap penegakan hukum berjalan secara adil, objektif, dan humanis,”
Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Teruslah mengabdi.(cea)






