Opini  

Menuju Sinjai RAMAH (Bagian 25)

Editor:Nurzaman Razaq (foto ist)

“Tumbuh Berdaya,Melaju Bersama” Pada HJS Ke-462 Tahun 2026, punya Tantangan dan Hambatan

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Hari Jadi Sinjai (HjS) ke-462, 27 Jumat 2026, yang mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Melaju Bersama”, merupakan semangat kolaborasi, pemberdayaan dan kemajuan yang ingin digaungkan Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawah nahkoda Hj.Ratnawati Arief di satu tahun kepemimpinannya sebagai Bupati Sinjai.

Dengan upaya menggaungkan tema itu, juga upaya mempertontonkan sebuah konteks perayaan yang lebih menekankan pentingnta sinergi antara Pemerimtah, masyarakat dan berbagai elemen untuk mencapai kesejahteraan.

“Tumbuh Berdaya”,sebagai frasa (gabungan kata) masih bertumpu pada soal penguatan kapasitas yang melemah, terutama pada penekanan konteks motivasi, dan visi yang melingkupi pada soal pemberdayaan indivisu dan komunitas. Dimana pada setiap individu, pelaku usaha mikro dan potensi daerah harus memiliki kemampuan untuk mandiri.

Termasuk pada pemberdayaan perempuan dan pemuda, pada sisi pelemahannya, upaya mendorong keterliatan aktif perempuan dan pemuda dalam pembangunan ekonomi dan sosial, inisiasi dalam program “Berdaya…” ini, masih perlu diperdebatkan.

Pada sisi kemandrian ekonomi pun, belum begitu berfokus pada potensi kreatif dan inovatif, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif menuju percapaian berdaya saing.

Begitu juga pada kata “Melaju Bersama”, tantangannya adalah bagaimana terjalinnya kolaborasi antardaerah yang pada akhirnya memicu sinergi antarkabupaten/kota agar tercipta dampak pembagunan yang leih besar demi kemasahatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tema yang diusung pada perayaan HJS ke-462, haruslah dijadikan “suara” ajakan untuk menjadikan capaian visi dan misi yang diembannya, agar bertumbuh lebih pesat serta melaju ke arah yang lebih maju dan sejahtera melalui kerjasama yang harmonis antara kedua pemimpin daerah ini.

Artinya, secara keseluruhan “Tumbuh Berdaya, Mellaju Bersama” adalah visi untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan, inklusif, dan partisipatif.

Yang akan menjadi hambatan di tahun kedua kepemimpinan daerah ini, umumnya berakar pada tantangan, pemberdayaan masyarakat, kesenjangan akses, dan kolaborasi yang belum optimal.

“Tumbuh Berdaya” tentu  bersama merujuk pada semangat kemandirian dan kemajuan kolektif, masih seringkali di konteks lokal seperti di Bumi Panrita Kitta ini, pemberdayaan masyarakat dan sinergi, belum bisa dijadikan kunci mewujudkan “Mariki Sama-Sama” bangun Sinjai ke arah yang lebih mapan, bersaing dan mandiri.

Sebagai saran dengan tema tersebut, menuntut komitmen untuk tidak meninggalkan siapapun di belakang dalam proses pertumbuhan dan kemajuan daerah.(*).