Review  

Diklarifikasi, Terkait Viralnya Kapolres Sinjai Memukul Saat Aksi Demo Berlangsung Di DPRD Sinjai

Bripda Muhammad Yusuf`Satria (foto dok)

Bripda Yusuf,” TidaK ada pendemo yang kena pukul dari tongkat Kapolres”

SINJAI,PEMBELANEWS.COM – Viralnya di media sosial, adanya video yang beredar dengan durasi sekira 1 menit lebih itu, terlihat Kapolres Akbp Harry Azhar maju kedepan dan mengayunkan tongkat saat aksi unjuk rasa, di depan Gedung DPRD Sinjai, Senin (01/09/2025), diklarifikasi salah satu personelnya, Bripda Muhammad Yusuf Satria.

Sejauh pencermatan di video yang beredar viral, terlihat Kapolres Sinjai melakukan pemukulan bukan terhadap demonstran.Melainkan terhadap personelnya yang terlihat saling dorong dengan para demonstran

Terkait hal itu, diklarifikasi salah satu personelnya, Bripda Muhammad Yusuf Satria, yang menurutnya kepada wartawan, saat itu Bapak Kapolres Sinjai berada di teras gedung Kantor DPRD bersama Forkopimda turun langsung melakukan pengamanan ketat dan untuk memastikan tidak terjadi tindakan represif terhadap pendemo.

Jelang magrib, tambahnya,  suasana demo mulai memanas ketika massa aksi demonstrasi ingin memaksa masuk ke Kantor DPRD Sinjai. Terjadi saling dorong antara puluhan masa dan aparat tidak terelakkan.

Bripda Muh Yusuf menjelaskan, dalam video tersebut, tidak ada pendemo yang kena pukul dari tongkat Kapolres. Saat terjadi kericuhan saling dorong, saya sempat tersulut emosi dan bergerak maju, tiba-tiba helm yang saya pakai berbunyi seperti kena sesuatu, ternyata setelah saya menoleh kebelakang, Kapolres yang memukul dari belakang dan  meminta mundur personel serta tetap menjaga pengamanan aksi berjalan humanis.

“Kapolres justru mencegah personelnya yang diduga akan bertindak represif kepada pendemo. Kapolres meminta kami dan seluruh personel gabungan mundur dan kembali merapatkan barisan,” tandas Muhammad Yusuf.

“Kapolres dengan tegas meminta kepada anggota jangan bertindak berlebihan, personel disuruh mundur, intinya dalam video tersebut, helm saya yang kena pukul,” ungkap Bripda Yusuf Satria serayamenambahkan, bahkan beberapa petugas di lapangan cedera tangannya akibat terkena kawat penghalang saat melakukan pengamanan.

Terpisah, Kasi Intel, Hasan Loang menjelaskan, saat aksi saling dorong antara puluhan aksi demonstrasi dan aparat, saya ada didepan, dan mengingatkan kepada pendemo bahwa sekarang sudah pukul 18.00 WITA, masuk waktu magrib, namun aksi dorong mendorong tetap terjadi, bahkan ada massa yang melempar ke arah petugas.

“Sementara Bapak Kapolres jauh dari pendemo, ada dua baris personel yang berdiri didepannya, jadi kalau dikatakan Kapolres memukul pendemo itu tidak mungkin bisa dijangkau dan yang kena itu adalah personil,”tegasnya.

Hal senada disampaikan pula oleh Plt Kasi Humas Polres Sinjai, Ipda Agus Santoso, tidak ada pemukulan kepada massa pendemo, yang kena pukul itu justru helm anggota, karena saat itu Kapolres meminta anggotanya mundur untuk mencegah terjadinya tindakan represif kepada para demonstran.

“Intinya aksi demonstrasi kemarin, kita kawal dan lakukan pengamanan penyampaian aspirasi dengan mengedepankan humanisme, segala bentuk penyampaian aspirasi yang disuarakan oleh para demonstran kita hormati selama tidak merusak fasilitas negara dan bertindak anarkis,” tutupnya.(Man)