Hukum  

LIRA Wajo Soroti Venue Akuatik Belum Siap, Minta APIP Dan APH Periksa Anggaran

WAJO,PEMBELANEWS.COM – Jelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII Tahun 2026 yang akan digelar pada 7–14 November di Kabupaten Wajo dan Bone, kondisi venue akuatik di Kabupaten Wajo menjadi sorotan.

Padahal, venue yang berlokasi di kawasan Kolam Renang Atakkae tersebut akan menjadi arena pertandingan cabang olahraga renang yang dijadwalkan mulai bertanding dalam hitungan hari ke depan. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi yang beredar, venue tersebut diduga belum 100 persen siap untuk menggelar pertandingan berstandar Porprov.

Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa untuk pembenahan dan persiapan venue akuatik tersebut, telah dialokasikan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp900 Juta.

Pertanyaan pun muncul di publik: Jika anggaran sudah ada Rp900 Juta, kemana anggaran tersebut dan mengapa venue belum siap?

Menanggapi hal tersebut, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Wajo angkat bicara.

Bupati LIRA Wajo, Abrar Mattalioe, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung Wajo sebagai tuan rumah Porprov Sulsel XVIII. Namun, sebagai tuan rumah, kesiapan venue adalah harga mati dan menyangkut marwah daerah.

“Porprov ini adalah wajah Wajo di mata 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Kami dapat informasi venue akuatik belum siap,  padahal anggaran perbaikannya disebut-sebut Rp900 Juta. Ini yang perlu dijelaskan secara transparan. Kami tidak menuduh, kami mempertanyakan,” ujar Abrar di Sengkang, Jumat  (6/11).

Menurut LIRA Wajo, ada beberapa poin penting yang perlu diklarifikasi oleh Disporapar Wajo selaku leading sector dan PPK kegiatan:

Pertama, Peruntukan Anggaran Rp900 Juta. Anggaran Rp900 Juta tersebut untuk pekerjaan apa saja? Apakah untuk rehab kolam, tribun, sistem filtrasi, atau penunjang lainnya? LIRA meminta agar RAB dibuka ke publik agar tidak menjadi fitnah.

Kedua, Progres Pekerjaan dan Keterlambatan. Jika benar venue belum siap jelang pertandingan, apa penyebab keterlambatannya? Apakah keterlambatan akibat penganggaran melalui APBD Perubahan, atau akibat faktor teknis lainnya.

Ketiga, Standar Kelayakan Venue. Porprov adalah ajang resmi KONI Sulsel. Apakah Kolam Renang Atakkae sudah memenuhi standar kelayakan dari Pengprov Akuatik Sulsel? Jangan sampai atlet yang dirugikan karena venue yang tidak layak.

“Kami minta Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Wajo dan APH untuk turun melakukan pemeriksaan. Bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan anggaran Rp900 Juta itu benar-benar terealisasi sesuai spek dan volumenya. Ini untuk melindungi panitia juga,” tegas Abrar.

Abrar menambahkan, pihaknya khawatir jika venue akuatik tidak siap, akan berpengaruh pada jadwal pertandingan dan akan memalukan Wajo sebagai tuan rumah yang sudah ditunjuk sejak 2022 lalu.

“Wajo sudah 4 tahun bersiap jadi tuan rumah. Jangan sampai di injury time, venue belum siap. Kami dari LIRA Wajo mendesak Bupati Wajo dan Ketua KONI Wajo untuk memastikan venue akuatik ini layak tanding H-1 sebelum pertandingan. Buka anggaran Rp900 Jutanya, transparan saja,” tutupnya.

LIRA Wajo berharap Disporapar Wajo segera memberikan klarifikasi resmi terkait kesiapan venue akuatik dan realisasi anggaran Rp900 Juta tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara maupun pihak instansi terkait belum memberikan klarifikasinya. Dan sebagai bentuk asas keberimbangan dan praduga tak bersalah, kami membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.(Tim)